kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.162   5,00   0,03%
  • IDX 7.603   -20,52   -0,27%
  • KOMPAS100 1.049   -6,98   -0,66%
  • LQ45 756   -4,26   -0,56%
  • ISSI 276   -1,11   -0,40%
  • IDX30 404   -0,05   -0,01%
  • IDXHIDIV20 490   0,56   0,12%
  • IDX80 118   -0,65   -0,55%
  • IDXV30 138   0,21   0,15%
  • IDXQ30 129   0,12   0,09%

Segera Terapkan Mandat B12, Konsumsi Biodisel Bakal Naik


Kamis, 16 April 2026 / 12:42 WIB
Segera Terapkan Mandat B12, Konsumsi Biodisel Bakal Naik
ILUSTRASI. Peralihan ke B15 di Malaysia akan meningkatkan konsumsi biodiesel 300.000 ton per tahun.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Dewan Minyak Sawit Malaysia mengatakan, konsumsi biodiesel berbasis minyak sawit di Malaysia diperkirakan meningkat lebih dari 300.000 metrik ton per tahun. Malaysia bergabung dengan produsen utama minyak kelapa sawit atawa crude palm oil (CPO) Indonesia dalam meningkatkan mandat pencampuran untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Pada Selasa (14/4/2026), pemerintah Malaysia mengatakan akan meningkatkan mandat biodiesel 10%, yang dikenal sebagai B10, menjadi campuran biodiesel 15%, tanpa memberikan jangka waktu. 

Malaysia akan memulai dengan campuran 12% tanpa menimbulkan biaya produksi tambahan dan hanya menggunakan pabrik pencampuran biodiesel yang sudah ada.

Baca Juga: Harapan Perdamaian Timur Tengah Menguat, Israel Bahas Gencatan Senjata Lebanon

Malaysia, produsen CPO terbesar kedua di dunia, saat ini memberlakukan mandat B10 untuk sektor transportasi, meskipun mandat 20% telah diterapkan di wilayah federal Labuan, pulau Langkawi, dan negara bagian Sarawak, kecuali kota Bintulu.

Peralihan dari B10 ke B12 diperkirakan akan meningkatkan konsumsi biodiesel sebesar 130.000 ton per tahun. Sementara, perluasan selanjutnya ke B15 diperkirakan akan meningkatkan konsumsi sekitar 204.000 ton per tahun, kata Direktur Jenderal MPOB Ahmad Parveez Ghulam Kadir kepada Reuters pada hari Kamis dalam tanggapan email.

"Mandat baru ini akan menguntungkan perekonomian nasional dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, memperkuat harga minyak sawit mentah (CPO), dan mengurangi beban pengguna diesel," katanya.

Mandat biodiesel akan mencakup bahan bakar diesel yang dijual di stasiun ritel dan sektor bersubsidi lainnya, kata Ahmad Parveez, menambahkan bahwa pemerintah dapat mempertimbangkan perluasan di masa mendatang ke sektor industri, tergantung pada keputusan kebijakan yang selaras dengan kepentingan nasional.

Peningkatan bertahap dalam konsumsi biodiesel domestik diproyeksikan hanya akan berdampak marginal pada ekspor minyak sawit, kata Ahmad Parveez, karena kapasitas produksi CPO Malaysia tetap kuat. "Secara keseluruhan, volume ekspor diperkirakan akan tetap stabil," katanya.

Malaysia memproduksi 20,28 juta ton CPO tahun lalu dan ekspor minyak sawit mencapai 15,27 juta ton.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×