kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45893,49   10,42   1.18%
  • EMAS938.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

​Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional


Minggu, 20 September 2020 / 07:45 WIB
​Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional


Reporter: Virdita Rizki Ratriani | Editor: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah internasional merupakan salah satu organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Gerakan Palang Merah memiliki sejarah yang panjang. 

Gerakan yang juga biasa disebut sebagai Palang Merah ini dibentuk untuk melindungi hidup dan kesehatan manusia, serta mencegah penderitaan manusia akibat adanya konflik bersenjata atapun bencana alam yang mengancam kehidupan dan martabat manusia.

Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Dirangkum dari laman resmi PMI, pada 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu peperangan yang mengerikan. 

Pada hari yang sama, seorang pemuda warga negara Swiss, Henry Dunant , berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III. Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi korban pertempuran tersebut. 

Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerja sama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka.

Baca Juga: Israel bom Jalur Gaza 8 malam berturut-turut, ancaman perang meningkat

Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke Swiss, dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul “Kenangan dari Solferino”, yang menggemparkan seluruh Eropa. 

Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan:

  • Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional , yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang.
  • Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang.

Baca Juga: Palang Merah kirim 43.000 relawan untuk bantu Korut atasi corona dan banjir




TERBARU
Corporate Valuation Model Presentasi Bisnis yang Persuasif

[X]
×