kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.900   0,00   0,00%
  • IDX 6.331   -9,42   -0,15%
  • KOMPAS100 837   -2,15   -0,26%
  • LQ45 634   -3,02   -0,47%
  • ISSI 218   -0,14   -0,06%
  • IDX30 357   -1,50   -0,42%
  • IDXHIDIV20 442   -1,88   -0,42%
  • IDX80 95   -0,34   -0,36%
  • IDXV30 119   -0,02   -0,02%
  • IDXQ30 114   -0,63   -0,55%

Sekjen PBB kecam negara-negara yang mengabaikan COVID-19


Jumat, 04 Desember 2020 / 08:41 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, hadir dalam laporan harian WHO terkait pandemi virus coronadi kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dalam sidang umum awal pekan ini, Gutteres berharap vaksin COVID-19 tersedia untuk semua orang. Ia juga berharap negara-negara kaya untuk bisa membantu negara berkembang untuk memerangi virus.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sidang tersebut mengusulkan adanya mekanisme donasi untuk pembelian vaksin yang nantinya akan didistribusikan untuk kelompok masyarakat paling rentan.

"Prancis mengusulkan mekanisme donasi sehingga sebagian dari dosis pertama vaksin yang tersedia digunakan untuk memvaksinasi kelompok prioritas di negara berkembang," ungkap Macron, seperti dikutip dari Reuters.

Dari negara lain, Menteri Kesehatan Inggris Matthew Hancock mendesak negara-negara untuk mencabut kontrol ekspor dan tarif pada barang-barang penting yang diperlukan untuk memerangi virus. Beberapa barang yang dimaksud seperti sarung tangan dan termometer.

Inggris sendiri akan menerapkan aturan tersebut mulai 1 Januari 2021 mendatang demi kelancaran dan kemudahan akses vaksin COVID-19.

Selanjutnya: WHO: Di sub-Sahara Afrika, Malaria lebih mematikan dari Covid-19




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×