Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - MANILA. Sektor manufaktur Filipina menunjukkan percepatan pertumbuhan yang signifikan pada Agustus 2026. Produksi melonjak dengan laju tercepat dalam lebih dari sembilan setengah tahun, didukung penguatan pesanan baru dan membaiknya permintaan.
Berdasarkan survei terbaru S&P Global yang dipublikasikan Selasa (1/6/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Filipina naik menjadi 54,9 pada Agustus 2026 dari 51,8 pada Juli. Ini merupakan kenaikan PMI untuk bulan keempat berturut-turut.
Level 54,9 juga menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang cukup tajam dibandingkan Juli. Bahkan, rekor tersebut merupakan rekor tertinggi PMI Filipina sejak Desember 2016.
Percepatan terutama terlihat pada produksi. Output manufaktur meningkat secara substansial pada Agustus, dengan laju pertumbuhan yang meningkat signifikan dari Juli dan menjadi yang tercepat sejak Desember 2016.
Produsen yang menjadi responden dalam survei menyebut membaiknya permintaan dasar serta peningkatan efisiensi produksi sebagai faktor utama yang mendorong lonjakan output.
Baca Juga: Ekspansi Manufaktur Malaysia Melambat, PMI Manufaktur Malaysia Turun ke 50,2
Penguatan produksi tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesanan baru. Pesanan baru meningkat dengan laju yang solid dan menjadi yang tercepat dalam enam bulan.
Sejumlah perusahaan melaporkan peningkatan pesanan yang berasal dari peluncuran produk dan model baru, meningkatnya pesanan berulang serta bertambah luasnya basis pelanggan.
Permintaan eksternal juga mulai memberikan kontribusi. Pesanan ekspor baru kembali tumbuh untuk pertama kalinya dalam enam bulan, meski peningkatannya masih moderat.
Maryam Baluch, Ekonom S&P Global Market Intelligence, mengatakan, sektor manufaktur Filipina terus membangun momentum pada Agustus setelah mencatat kinerja yang relatif datar secara rata-rata pada kuartal sebelumnya.
“Yang menggembirakan, tingkat produksi meningkat pada laju tercepat sejak 2016, ditopang oleh kondisi permintaan yang lebih kuat,” papar Baluch, dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Ringgit Melemah, Bagaimana Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia?
Kenaikan pesanan dan kebutuhan produksi yang lebih besar mendorong produsen meningkatkan aktivitas pembelian. Pembelian input kembali meningkat pada Agustus dan lajunya semakin cepat dibandingkan Juli.
Pertumbuhan aktivitas pembelian mencapai level tertinggi dalam enam bulan, seiring perusahaan menyesuaikan kapasitasnya dengan lonjakan pesanan baru.
Meski kinerja pemasok mengalami penurunan yang solid, perusahaan tetap mampu meningkatkan persediaan bahan baku. Stok pembelian meningkat untuk pertama kalinya sejak Februari, meski akumulasinya masih moderat.
Sebaliknya, persediaan barang jadi turun untuk bulan kedua berturut-turut. Keterlambatan pemasok membuat sebagian perusahaan menggunakan stok yang ada untuk memenuhi kebutuhan produksi. Namun, laju penurunan persediaan barang jadi masih marginal.
Perbaikan aktivitas produksi juga mulai tercermin di pasar tenaga kerja. Jumlah pekerja manufaktur meningkat untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Meski masih moderat, laju penciptaan lapangan kerja tersebut merupakan yang terkuat dalam 21 bulan.
Perusahaan juga dengan cepat merespons meningkatnya kebutuhan produksi. “Perusahaan merespons dengan meningkatkan pembelian dan perekrutan tenaga kerja, agar bisa memenuhi kebutuhan produksi yang lebih besar,” ujar Baluch.
Baca Juga: AS Bikin Para Menteri G20 Kesal Setelah Izinkan Rusia Kembali Bergabung
Optimisme dunia usaha Filipina juga meningkat tajam. Kepercayaan produsen terhadap prospek output dalam 12 bulan ke depan mencapai level tertinggi sejak November 2024.
Perusahaan yang memperkirakan produksi akan meningkat menyebut sejumlah faktor, antara lain rencana ekspansi, peluncuran lini produk baru, serta ekspektasi terhadap meningkatnya pesanan dan bertambahnya pelanggan baru.
Baluch menilai perbaikan sentimen tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pemulihan manufaktur Filipina. “Di saat yang sama, tekanan biaya berkurang, dan optimism terhadap prospek setahun ke depan mencapai level tertinggi dalam 21 bulan,” kata Baluch.
Data Agustus menunjukkan sektor manufaktur Filipina memasuki kuartal III-2026 dengan momentum yang jauh lebih kuat. Setelah kinerja yang relatif datar pada kuartal sebelumnya akibat dampak konflik di Timur Tengah, produksi, pesanan baru, ekspor, perekrutan dan aktivitas pembelian kini bergerak lebih positif.














