Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - LONDON. Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz kembali terbuka bagi kapal komersial menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
Meski begitu, pelaku industri pelayaran global dan sejumlah pemimpin dunia merespons dengan hati-hati, menilai situasi keamanan belum sepenuhnya pulih.
Dari sisi industri, perusahaan pelayaran masih menempatkan faktor keamanan sebagai pertimbangan utama sebelum kembali melintasi jalur strategis pengiriman minyak dan gas tersebut.
Perwakilan Maersk menyatakan pihaknya mencatat pengumuman tersebut, namun belum mengubah kebijakan operasional.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Berpotensi Ganggu Ekspor Mobil, TMMIN Waspada
"Keselamatan awak, kapal, dan kargo tetap menjadi prioritas. Untuk saat ini, kami masih mengikuti rekomendasi keamanan untuk menghindari transit di Selat Hormuz," ujarnya.
Keputusan melintasi jalur itu, lanjutnya, akan bergantung pada penilaian risiko terbaru.
Senada, Hapag-Lloyd juga masih menahan diri. Perusahaan menyebut tengah mengevaluasi situasi baru dan risiko yang menyertainya.
"Untuk saat ini, kami masih menahan diri untuk tidak melintas," kata juru bicara.
Meski demikian, komite krisis internal disebut sedang bersidang dan membuka kemungkinan pelayaran akan segera dilakukan, meski belum ada kepastian waktu.
Baca Juga: Iran Longgarkan Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia, Knut Arild Hareide, menilai pembukaan ini sebagai perkembangan positif, namun menekankan masih banyak ketidakpastian.
Ia menyoroti potensi ranjau laut, ketentuan dari Iran, serta implementasi teknis di lapangan yang perlu diperjelas sebelum pelayaran dinilai aman.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization, Arsenio Dominguez, mengatakan pihaknya tengah memverifikasi pengumuman tersebut, terutama terkait jaminan kebebasan navigasi dan keamanan pelayaran bagi kapal niaga.
Dari kalangan pemimpin dunia, respons cenderung beragam.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap digunakan, namun menegaskan blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan hingga kesepakatan antara kedua pihak benar-benar rampung.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut langkah tersebut mengarah ke arah yang benar, seraya menegaskan penolakan terhadap pembatasan atau sistem yang berpotensi memperswastakan selat, termasuk penerapan tarif lintasan.
Baca Juga: Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari AS hingga Australia Jika Selat Hormuz Ditutup
Sementara itu, Presiden Finlandia Alexander Stubb menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung solusi yang menjaga stabilitas kawasan dan menghormati hukum internasional.
Meski ada sinyal positif dari pembukaan jalur, pelaku industri dan otoritas global menilai kepastian keamanan di Selat Hormuz masih menjadi faktor kunci sebelum aktivitas pelayaran kembali normal.













