kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Semakin kacau, militer Myanmar diduga memblokir bantuan kemanusiaan


Minggu, 14 November 2021 / 07:15 WIB


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Cadangan beras tersebut seharusnya digunakan oleh pekerja bantuan untuk memberi makan sekitar 3.000 orang yang terlantar.

Bukan cuma itu, Fortify Rights juga mengatakan militer telah menunda otorisasi perjalanan untuk pekerja bantuan internasional, memasang penghalang jalan, menghentikan kendaraan di pos pemeriksaan dan menyita pasokan bantuan. Semua tindakan tersebut praktis menimbulkan kurangnya sumber daya pokok, seperti air minum dan kebutuhan medis.

"Saat ini nyawa mereka dipertaruhkan dan seluruh penduduk Myanmar berada di bawah ancaman," kata Wolff.

Fortify Rights menilai pemerintah Thailand, India, China, dan Bangladesh harus segera memberi wewenang kepada badan-badan kemanusiaan untuk memberikan bantuan lintas batas kepada warga sipil Myanmar.

Pemerintah negara-negara tetangga juga diharapkan segera melarang penjualan senjata ke Myanmar, menjatuhkan sanksi yang ditargetkan pada anggota militer dan menolak akses mereka ke keuangan.

Selanjutnya: Junta Myanmar menangkap kembali lebih dari 100 orang yang dibebaskan dalam amnesti




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×