Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • EMAS709.000 -0,56%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sempat bekerja sebagai sopir hingga pekerja bangunan (2)

Sabtu, 04 Mei 2019 / 09:10 WIB

Sempat bekerja sebagai sopir hingga pekerja bangunan (2)

Tak banyak hal istimewa dalam kehidupan Graeme Hart. Pria kelahiran Aucland pada tahun 1955 ini konon pernah dikeluarkan dari sekolah pada usia 16 tahun. Ia kerap membolos untuk bermain ke hutan bersama teman-temannya. Meski begitu, Ia tetap mengenyam pendidikan hingga universitas. Ia sempat kerja serabutan sebelum membangun bisnis pertamanya tahun 1977. Tapi Rank Group yang ia dirikan pada 1990 membawanya menuju tangga kesuksesan.

Graeme Hart, orang paling kaya di Selandia Baru kerap luput dari bidikan media massa di negerinya. Hart memang cenderung menutup diri dari khalayak, termasuk kepada pers. Meskipun pers di Selandia Baru sejatinya memang tak terlalu memperhitungkan Hart, hingga ketika dia menjadi orang terkaya di Oceania pada 2009.

Dari situ Hart mulai dikejar-kejar pers. Apalagi ketika kekayaan bersih Hart mencapai puncaknya pada 2015 senilai US$ 12 miliar lebih. Hart bergeming, ia masih enggan banyak menampakan dirinya kepada pers. Berkat ketertutupan ini pula, latar belakang Hart jarang diketahui. Meskipun beberapa hal berhasil terungkap.

Hart lahir di kawasan Pegunungan Roskill, Auckland, Selandia Baru pada tahun 1955. Sisanya tentang hidup Hart kecil dan remaja hanya narasi yang terus menerus diulang hingga menjadi mitos.

Hart memiliki Ayah seorang radiografer, tapi lebih banyak bekerja di bidang konstruksi dengan jam kerja yang padat. Pada akhir pekan, Ayah Hart bahkan cuma dapat libur setengah hari. Sedangkan Hart diketahui pernah mengenyam pendidikan di Mt Roskill Grammar School, sebelum akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah pada umur 16 tahun.

Beberapa artikel soal Hart menyatakan, ia kerap membolos. Alih-alih masuk sekolah pada pagi hari, ia lebih senang ke hutan untuk membangun sebuah rumah pohon bersama kawan-kawannya. Meski demikian ia diketahui tetap melanjutkan studi hingga lulus mendapatkan gelar magister administrasi bisnis di University of Otago pada 1987.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0538 || diagnostic_web = 0.3172

Close [X]
×