kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sempat mengalami jatuh bangun berbisnis di sektor olahraga (3)


Sabtu, 07 September 2019 / 10:50 WIB
Sempat mengalami jatuh bangun berbisnis di sektor olahraga (3)

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - Vincent Viola tak hanya dikenal sebagai pebisnis di bidang jasa keuangan saja. Pundi-pundi kekayaannya juga diperoleh dari bidang olahraga. Di negeri Paman Sam, Ia lebih banyak dikenal sebagai pemilik tim es hoki Florida Panters, yang berkiprah dalam Divisi Atlantik dari Liga Hoki Nasional atau National Hockey League (NHL). Vincent membeli tim tersebut pada tahun 2013 silam seharga US$ 250 juta dan hingga kini menjabat sebagai Presiden Komisaris.

Perjalanan bisnis Viola tidak selalu mulus. Pasca-membeli saham tim es hoki Florida Panthers tahun 2013 seharga US$ 250 juta, ia sempat mendapat banyak kritik pedas dari pendukung tim tersebut. Pasalnya, artikel yang dimuat CBC menyebut semenjak Viola menjadi pemimpin tim, basis pendukung menjadi terbelah. Di bawah kepemimpinannya Florida Panthers dinilai mengalami kemunduran dari segi performa.

Apalagi, Florida Panthers juga sempat mengalami kesulitan dari sisi keuangan. Terutama dari tingkat pendapatan waralaba, penurunan penjualan tiket yang berujung pada pengurangan gaji para pemain. Viola mengakui timnya merupakan berpenghasilan paling rendah. Benar saja, menurut catatan Forbes, Florida Panthers memang mencatat penurunan pendapatan operasional sebesar US$ 21 juta.

Adapun rasio utang mencapai 39% per akhir Desember 2018. Sementara itu, secara total pendapatan sepanjang tahun lalu hanya sebesar US$ 99 juta.

Sedangkan beban gaji pemain menyentuh US$ 75 juta. Musim tahun lalu, Panthers merupakan tim dengan penurunan pendapatan operasional paling tinggi.

Alhasil, valuasi harga tim ini hanya mencapai US$ 295 juta atau turun sebanyak 3% dari tahun sebelumya. Hanya naik sedikit dari periode pembelian tahun 2013. Dalam bisnis olahraga hoki, The Panthers harus puas menduduki posisi sebagai tim dengan nilai valuasi urutan ke-30, hanya satu tingkat di atas Arizona Coyotes yang berada di posisi buncit. Forbes juga melansir bahwa setiap tahunnya, Panthers selalu mendapat rapor merah dan terpaksa menerima rugi hingga jutaan dolar.

Meski begitu, Viola, yang memiliki pribadi yang sangat tegas dan keras tetap optimistis dapat terus mengembangkan potensi di timnya tersebut. Terbukti, di bawah kepemimpinannya dan pemilik minoritas Doug Cifu, Panthers berhasil menikmati musim terbaik mereka dalam sejarah. Florida Panthers pada kejuaraan tahun 2015-2016 berhasil menimbun 103 poin dan berhasil menandatangani kontrak dengan pemain-pemain hoki yang kini menjadi atlet kelas atas.

Namun di sisi lain, di bawah kepemilikannya, Panthers mengalami kegagalan dari sisi pengelolaan tim yang dipimpin oleh Tom Rowe selaku manajer umum dan pelatih kepala di tahun 2016-2017. Di balik performa tim Florida yang naik turun, setidaknya Viola juga diakui oleh para penggemar sebagai pemimpin yang tidak lepas tangan, seperti kebanyakan para pemilik tim.

Nah, tidak hanya di bidang olahraga hoki es saja. Ayah tiga orang anak ini juga cukup populer di bidang olahraga basket terutama dalam perannya di Brooklyn Nets yang tergabung dalam National Basketball Association (NBA). Dalam artikel resmi Nets tahun 2019, Viola memang tercatat sebagai pemegang tiket musim panas Nets selama 15 tahun. Ia juga telah menjadi investor utama dalam tim tersebut sejak tahun 2004 silam, setelah bergabung dengan tokoh besar, seperti Bruce Ratner untuk membeli tim dari Lewis Katz dan Ray Chambers.

Setelah Ratner, Viola tercatat sebagai investor tim terbesar kedua hingga saat ini. Ia juga menjadi Dewan Komisaris Nets, dan menjadi salah satu orang yang menjalan tim sekaligus membuat keputusan keuangan bersama. Vincent juga secara langsung terlibat dalam beberapa kontrak pembelian pemain.

Dalam wawancaranya, sang miliarder mengaku menghabiskan sebanyak 20% waktu kerjanya untuk mengurus Nets. Sementara di NBA, Vincent menjabat sebagai Wakil Ketua National Italian American Foundation yang diketuai oleh Jerry Colangelo, mantan pemilik Phoenix Suns.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×