kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Sengketa balas-membalas AS-China di WTO mulai lagi


Rabu, 19 September 2012 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Lensa atau filter yang tersedia di Snapchat ini dapat Anda gunakan untuk menghasilkan video atau foto yang estetik


Reporter: Rika Theo, Reuters |

BEIJING. Pertarungan China dan Amerika Serikat di WTO dimulai lagi. Yang terakhir, AS mengajukan tuduhan bahwa China secara tak adil mensubsidi ekspor otomotif dan suku cadangnya. Di pihak lain, China merasa menjadi korban politik pemilu Amerika Serikat.

Maklum, laporan ini diungkapkan President AS Barack Obama ketika sedang berkampanye di Ohio, Senin lalu (17/9).

Ohio menjadi salah satu negara bagian penting yang diperebutkan suaranya oleh Obama dan lawan politiknya Mitt Romney dari Partai Republik. Anggota Republik, termasuk Romney, telah menuduh Obama bersikap kurang tegas terhadap Beijing.

Dalam komentar resmi pertama menanggapi tuduhan AS, Kementerian Perdagangan China berkata dengan blak-blakan, “Di tengah persaingan pemilu, AS memilih untuk mengumumkan berita ini di Ohio, sebuah kawasan produksi otomotif. Ini menunjukkan bahwa AS mengambil langkah melawan China dengan pertimbangan politik pemilu,” kata seorang pejabat di situs Kementerian.

Tapi, di sekitar waktu yang sama, China juga melaporkan AS mengenakan banyak bea masuk terhadap ekspor barang-barang China. Perseteruan kembali memperlihatkan permainan balas-membalas antara AS dan China di WTO.

Namun, Jurubicara Kementerian Perdagangan China pada konferensi pers hari ini menyatakan bahwa pengajuan kasus perdagangan dari China lebih sedikit dibandingkan AS. Menurutnya, ini membuktikan bahwa AS yang bermain balas-membalas, bukan China.

“Melihat urutan pengajuan kasus yang diajukan, kita dapat melihat tujuan politis AS,” kata Shen.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×