kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.014   14,00   0,08%
  • IDX 7.066   -118,61   -1,65%
  • KOMPAS100 977   -16,13   -1,62%
  • LQ45 717   -9,59   -1,32%
  • ISSI 253   -4,20   -1,63%
  • IDX30 389   -4,29   -1,09%
  • IDXHIDIV20 483   -3,96   -0,81%
  • IDX80 110   -1,64   -1,47%
  • IDXV30 134   -0,78   -0,58%
  • IDXQ30 127   -1,37   -1,07%

Sengketa Natuna Indonesia-Beijing dapat picu sikap keras ASEAN, ini penjelasannya


Jumat, 03 Januari 2020 / 08:19 WIB
Sengketa Natuna Indonesia-Beijing dapat picu sikap keras ASEAN, ini penjelasannya


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Karena itu, saya pikir China akan menurun dalam beberapa minggu mendatang untuk mencegah Indonesia menjadi musuh permanen," kata Grossman.

“Jangka panjang, bagaimanapun, hubungan cenderung tegang karena China terus menegaskan hak penangkapan ikannya dengan memperluas kontrol de facto atas beberapa fitur kunci [dan sekarang militerisasi] di Kepulauan Spratly.

Baca Juga: Medco Energi (MEDC) terus dorong peningkatan produksi migas di tahun depan

“Ini juga aneh, dan mungkin bahkan bodoh, bagi Beijing untuk mendorong ketegangan dengan Indonesia pada tahun yang sama di mana Asean (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) dan China akan menyelesaikan negosiasi panjang tentang kode etik di Laut China Selatan,” kata Grossman.

"Tanggapan China dalam kasus ini mungkin telah "secara tidak sengaja mendorong" Indonesia untuk berpihak pada Vietnam dalam menyerukan ASEAN untuk berdiskusi tentang dokumen yang ketat dan mengikat untuk penyelesaian sengketa," katanya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×