Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu (24/5), yang menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Serangan tersebut juga memicu kerusakan di sejumlah wilayah ibu kota dan daerah sekitarnya.
Ledakan mulai terdengar di Kyiv tak lama setelah pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Sebelumnya, angkatan udara Ukraina melalui kanal Telegram memperingatkan kemungkinan peluncuran rudal balistik hipersonik Oreshnik oleh Rusia.
Hingga kini, angkatan udara Ukraina belum memberikan konfirmasi apakah rudal Oreshnik benar-benar digunakan dalam serangan tersebut.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua orang tewas dan 56 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah kota. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Lapangan Kemerdekaan atau Independence Square, salah satu kawasan bersejarah di Kyiv.
Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai Iran Sudah Dekat, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
"Ini adalah malam yang mengerikan bagi Kyiv," kata Klitschko dalam pesan di Telegram dari lokasi serangan.
"Saat ini para petugas penyelamat sedang memadamkan api dan membersihkan puing-puing. Tim medis memberikan bantuan kepada para korban," tambahnya.
Warga Kyiv berbondong-bondong mencari perlindungan di stasiun metro bawah tanah selama serangan berlangsung. Salah seorang warga, Nataliia Zvarych (62), mengatakan dirinya langsung menuju stasiun metro terdekat saat ledakan mulai mengguncang kota.
"Itu sangat mengerikan dan menakutkan," ujarnya. "Kami sudah duduk di sini lebih dari tiga jam sambil mendengarkan ledakan di atas."
Kepala administrasi militer kota Kyiv menyebut lebih dari 40 lokasi di kota mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Selain di ibu kota, serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah lain Ukraina. Gubernur wilayah Kyiv, Mykola Kalashnyk, mengatakan dua orang lainnya tewas dan sembilan orang terluka di kawasan sekitar ibu kota.
Asap Tebal dan Bangunan Runtuh
Saat matahari terbit, asap hitam terlihat membumbung dari beberapa titik kebakaran di Kyiv dan menyelimuti sebagian langit kota dengan bau menyengat.
Petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api di bangunan-bangunan yang rusak, sementara tim penyelamat mengevakuasi korban luka.
Gambar yang beredar menunjukkan bagian depan sebuah bangunan apartemen lima lantai runtuh akibat serangan. Pejabat setempat juga melaporkan kerusakan pada kantor, toko, gudang, hingga area pintu masuk salah satu stasiun metro.
Baca Juga: China Kirim Astronaut untuk Misi Setahun di Stasiun Luar Angkasa
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, sebelumnya pada Sabtu memperingatkan bahwa Rusia tengah menyiapkan serangan menggunakan rudal Oreshnik berdasarkan informasi intelijen dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa.
Rusia diketahui telah dua kali menggunakan rudal Oreshnik dalam perang melawan Ukraina. Rudal tersebut memiliki jangkauan ribuan kilometer dan mampu membawa hulu ledak nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mengklaim rudal tersebut tidak dapat dicegat karena kecepatannya yang disebut melebihi 10 kali kecepatan suara.
Peringatan Zelenskiy muncul setelah Putin memerintahkan militernya menyiapkan opsi balasan terhadap Ukraina menyusul serangan drone yang menghantam asrama mahasiswa di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia pada Jumat lalu.
Namun, militer Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menyatakan target serangan mereka adalah unit komando drone milik Rusia.
Di tengah eskalasi konflik, Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina turut mengaktifkan penerbangan militernya selama serangan berlangsung. Meski demikian, militer Polandia menyatakan tidak ada pelanggaran wilayah udara yang terdeteksi.













