kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Sering pakai Zoom? Waspadai serangan siber saat video konferensi


Minggu, 05 April 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. The Ridd family takes part in an online quiz using the Zoom and Kahoot apps, as the spread of the coronavirus disease (COVID-19) continues, in Manchester, Britain April 1, 2020. REUTERS/Phil Noble


Sumber: Washington Post | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - NEWYORK  Ketika wabah corona merajalela, kampanye bekerja dan belajar di rumah gencar berkumandang. Maka, infrastruktur bekerja dan belajar dari rumah, seperti Zoom, Hangout atau Microsoft Team kebanjiran peminat. 

Namun sistem jarak jauh itu ternyata rentan. Mengutip Washington Post,  Ahad (5/4), Biro Penyelidik Federal atau Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan adanya pembajakan kelas online dan telekonfefensi di platform Zoom.  FBI menerima laporan adanya Zoombombing, yakni serangan siber  berupa gangguan yng membajak video konferensi atau conference video. Serangan itu  mengirimkan ujaran kebencian, ancaman dan gambar porno. Sehingga menghentikan segala interaksi sosial online yang sedang berjalan. 

Founder dan CEO Zoom, Eric Yuan menyampaikan permintaan maaf. dalam blog resmi Zoom. Platform ini fokus memperbaiki celah keamanan dan konferensi mingguan untuk menyampaikan kabar perbaikan. Sebelumnya terbetik kabar, Zoom bisa mengakses Linkedin partisipan. Tapi Zoom segera menonaktifkan fitur itu. Zoom sekarang memiliki 200 juta pengguna harian. Naik dari hanya 10 juta pada akhir Desember kemarin.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×