kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Singapura memulai ekosistem digital dari inisiatif industry 4.0


Kamis, 24 Oktober 2019 / 11:44 WIB
Singapura memulai ekosistem digital dari inisiatif industry 4.0
ILUSTRASI. A general view of Shells Pulau Bukom petrochemical complex in Singapore July 15, 2019. Picture taken July 15, 2019. REUTERS/Edgar Su

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura atau the Ministry of Trade and Industry of Singapore (MTI) lewat agensi mereka pada bidang teknologi, yakni Agency of Science, Technology and Research (ASTAR) memulai ekosistem digital dari inisiatif pabrik model di beberapa perusahaan.
 
ASTAR lewat tangan kanan mereka di Institut Teknologi Manufaktur Astar Singapura (SIMtech) menggandeng Asosiasi Teknik Presisi dan Teknologi Singapura (SPETA) untuk sama-sama meluncurkan ekosistem digital dari sejumlah pabrik. Tujuannya, untuk menghubungkan pabrik digital ke praktik industri 4.0 yang saat ini sedang berkembang di dunia. 

Baca Juga: China tak pangkas suku bunga seperti negara lain, salah satu alasannya karena babi
 
Tugas SIMtech akan mendorong koneksi digital pabrik pintar dari perusahaan atau organisasi yang berpartisipasi untuk membuat platform ini. Setidaknya, ada 13 perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan SIMtech dan SPETA untuk mendorong inisiatif pabrik digital model.
 
Perusahaan itu diantaranya ada ABB, Alcon Manufacturing and Logistics, ARTC, Commune Lifestyle, Fongs Engineering and Manufacturing, Makino Asia, Nanyang Polytechnic, Singapore Polytechnic, Sanwa Plastic Industry, Sheider Electric, Siemens, SMT Technology dan Temasek Polytechnic.
 
Lewat platform ini akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk menemukan pendekatan baru dalam manufaktur digital dan mereka dapat mengeksplorasi bagaimana digitalisasi dapat diterapkan di pabrik mereka. “Ini juga mendorong UKM untuk belajar dari perusahaan multinasional atau sebaliknya,” ucap Senior Officer Corporate Communications ASTAR Elizabeth Han, Rabu (23/10).
 
Singapura sendiri sangat fokus pada peningkatan industri manufaktur. Pasalnya, manufaktur merupakan pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi di Singapura yang berkontribusi sekitar 20% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sisanya, ekonomi didorong oleh sektor wholesale dan retail, keuangan, dan bisnis jasa.
 
Sebagai informasi, pada 2015 Astar meluncurkan inisiatif masa depan manufaktur atau the Future of Manufactruing (FoM). Tujuannya, untuk membantu mengubah negeri jiran ini menjadi pusat inovasi teknologi untuk manufaktur.

Baca Juga: Wall Street menghijau, ditopang rilis laporan keuangan emiten

Dorongan utama dari inisiatif ini adalah platform kemitraan swasta swasta publik yang melengkapi pabrik percontohan Astar, akses teknologi, dan depot teknologi yang mendorong kerjasama teknologi, transfer pengetahuan, dan adopsi teknologi oleh perusahaan.
 
Dengan latar belakang ini, Astar memulai inisiatif industri baru senilai US$ 38 juta untuk mengembangkan teknologi manufaktur canggih bagi perusahaan, untuk mengubah proses mereka secara digital, agar dapat membawa personalisasi yang berlebihan kepada pelanggan.




TERBARU

[X]
×