kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Situasi kian memanas, Iran dan Houthi siap merespons semua tindakan AS dan Arab


Jumat, 20 September 2019 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. Foto satelit memperlihatkan ledakan di kilang minyak Aramco, Arab Saudi (14/9/2019).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Koalisi Muslim Sunni yang didukung Barat melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 melawan kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran-Yaman, setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional di Sanaa pada akhir 2014.

Perjanjian gencatan senjata dan pemindahan pasukan Hodeidah dicapai tahun lalu pada pembicaraan damai di Swedia, sebagai langkah membangun kepercayaan untuk membuka jalan bagi pembicaraan untuk mengakhiri perang. Tapi, terhenti selama berbulan-bulan sebelum penarikan Houthi dari tiga pelabuhan di Laut Merah.

Malki menambahkan, Houthi menggunakan Hodeidah untuk "meluncurkan rudal balistik, pesawat tak berawak, kapal yang dikendalikan dari jarak jauh, serta penyebaran ranjau laut tanpa pandang bulu".

Baca Juga: U.S. building coalition after Saudi oil attack, Iran warns against war

Koalisi telah meminta warga sipil untuk menjauh dari lokasi yang jadi target dan menegaskan, operasi militer dilakukan dengan cara yang mengikuti hukum humaniter internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

“Kami telah melupakan serangan dan ketakutan dan tidur selama berbulan-bulan dengan damai. Tapi, malam ini suara ledakan dan pesawat menakut-nakuti kami saat mereka terus terbang melintasi langit kota," kata Mohammed Abdullah, penduduk Hodeidah, kepada Reuters.

Pada Kamis (19/9) malam, koalisi menyebutkan, pihaknya telah mencegat dan menghancurkan kapal bermuatan bahan peledak yang diluncurkan dari Yaman oleh kelompok Houthi.

Houthi, yang telah mengancam untuk memperluas serangan ke Arab Saudi, pada masa lalu menargetkan kapal-kapal yang melintasi perairan Yaman. Persisinya, yang terletak di sisi Selat Bab al-Mandeb, mulut Selatan Laut Merah, salah satu rute kapal tanker minyak paling vital di dunia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×