Sumber: Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Kritik kembali dilayangkan Joe Biden terhadap Donald Trump. Pada hari Minggu (23/8) waktu setempat, calon presiden dari Partai Demokrat ini menyebut Trump menjauh dari masalah yang muncul sejak wabah Covid-19 melanda.
Presiden Donald Trump memang dinilai lamban dalam memberikan respons terhadap meluasnya penyebaran virus corona di AS. Saat ini AS menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia.
Joe Biden bersama pasangannya di pemilu presiden AS, Kamala Harris, menyampaikan kritiknya dalam wawancara dengan ABC, seperti dilaporkan oleh Channel News Asia.
Biden menganggap Trump telah salah langkah dengan mencabut aturan lockdown terlalu cepat, mengabaikan penggunaan masker, menyangkal pernyataan ilmuwan, sampai menyebut bahwa virus akan menghilang begitu saja.
Baca Juga: Donald Trump kecam pidato Michelle Obama: Itu pidato yang memecah belah!
"Saya tidak menyalahkannya atas krisis yang terjadi saat ini. Saya menyalahkannya karena kabur dari masalah dan tidak berusaha memberikan solusi," ungkap Joe Biden pada ABC, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Saat ini AS sudah mencatat hampir 5,7 juta kasus infeksi dengan sekitar 177.000 kematian di seluruh negeri, dan jumlahnya masih akan terus bertambah.
Melihat kacaunya perekonomian AS pasca penerapan lockdown, Biden mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk kembali ke kondisi normal adalah dengan mengendalikan penyebaran virus.
Biden mengungkapkan bahwa dia akan mengindahkan nasihat para ilmuwan tentang upaya melawan virus ini, bahkan jika lockdown harus kembali diterapkan.
Mantan wakil presiden era Obama ini juga mengecam perilaku warga AS yang terlalu menuhankan kata "kebebasan" bahkan di tengah krisis kesetahan seperti ini.
Baca Juga: Sesumbar, Trump sebut perang antara AS-Korea Utara bisa terhindar karena dirinya
Sampai saat ini masih banyak warga AS yang tidak mengindahkan sama sekali protokol kesehatan sederhana seperti menggunakan masker serta melakukan pembatasan sosial.
Wawancara Biden dan Harris di kanal televisi ABC ini dilakukan pada malam sebelum dimulainya Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump dan jajarannya akan berusaha mendulang suara yang perlahan mulai menghilang.
Konvensi ini sangat dinantikan banyak pihak karena kemungkinan akan muncul berbagai tanggapan atas pernyataan tokoh Partai Demokrat pada konvensi yang mereka adakan pekan lalu.
Saat itu beberapa tokoh seperti Michelle Obama hadir dan menyebut bahwa Trump adalah presiden pemecah belah dan tidak kompeten. Bukan cuma itu, mantan presiden Barack Obama bahkan menyebut Trump memperlakukan masa kepresidenannya sebagai sebuah acara reality show.
Baca Juga: Barack Obama: Masa kepresidenan Donald Trump seperti reality show