kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

SoftBank Salip Toyota Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Jepang


Senin, 01 Juni 2026 / 15:54 WIB
SoftBank Salip Toyota Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Jepang
ILUSTRASI. SoftBank kini perusahaan paling bernilai di Jepang, kalahkan Toyota. (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level 67.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Senin (1/6/2026).

Kenaikan ini didorong oleh reli saham-saham terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang juga mengangkat nilai pasar SoftBank Group hingga melampaui Toyota Motor sebagai perusahaan paling bernilai di Jepang.

Indeks Nikkei 225 sempat melonjak hingga 1,4% dan menyentuh rekor intraday di level 67.231,28 sebelum akhirnya ditutup menguat 0,9% ke posisi 66.934,33.

Saham SoftBank menjadi kontributor terbesar bagi penguatan indeks tersebut. Harga saham perusahaan investasi teknologi itu melesat 14% dan menyumbang sekitar 845 poin terhadap kenaikan Nikkei, jauh melampaui total kenaikan bersih indeks yang mencapai 605 poin.

Lonjakan harga saham tersebut membuat kapitalisasi pasar SoftBank meningkat menjadi sekitar 48,8 triliun yen atau setara US$ 306 miliar. Nilai tersebut melampaui kapitalisasi pasar Toyota Motor yang menyusut menjadi sekitar 45,9 triliun yen setelah saham produsen otomotif terbesar Jepang itu turun 4,5% pada perdagangan Senin.

Baca Juga: China Perketat Investasi Global, Bisa Paksa Batalkan Akuisisi Asing

Sentimen positif terhadap SoftBank menguat setelah perusahaan itu pada akhir pekan lalu berkomitmen menginvestasikan sekitar 75 miliar euro atau setara US$ 87,3 miliar dalam lima tahun ke depan untuk membangun infrastruktur AI di Prancis.

Meski Nikkei mencetak rekor baru, kinerja pasar yang lebih luas menunjukkan gambaran berbeda. Indeks Topix justru melemah 0,4%, menandakan adanya kesenjangan kinerja antara saham teknologi dan sektor lainnya.

Analis Jefferies menilai tema investasi AI masih memiliki fondasi yang kuat meskipun risiko konsentrasi dan volatilitas pasar meningkat.

"Meskipun terdapat risiko konsentrasi dan volatilitas yang meningkat, tema AI masih didukung oleh kinerja laba yang kuat," tulis para analis Jefferies dalam laporan riset mereka.

"Menguatnya pasar ini didorong oleh faktor fundamental, dan pesannya jelas: ikuti momentum pertumbuhan laba perusahaan."

Sebelumnya, baik Nikkei maupun Topix sama-sama mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Jumat (29/5) berkat optimisme terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat di Timur Tengah. Namun, memasuki pekan baru, ketidakpastian kembali muncul karena Washington dan Teheran masih menunjukkan perbedaan pandangan terkait sejumlah isu penting.

"Meningkatnya ketidakpastian mengenai situasi di Timur Tengah tampaknya semakin terasa," kata Maki Sawada, analis strategi di Nomura Securities.

Menurutnya, kondisi tersebut membebani pasar secara keseluruhan karena "kekhawatiran mengenai valuasi yang terlalu tinggi masih mengakar kuat di kalangan investor."

Baca Juga: Bangladesh Naikkan Harga BBM Kedua Kalinya dalam Enam Pekan, Risiko Inflasi Meningkat

Di sisi lain, Sawada menilai ekspektasi terhadap meningkatnya permintaan server AI mulai mendorong minat beli ke saham-saham terkait AI yang sebelumnya tertinggal.

"Dengan ekspektasi saat ini terhadap peningkatan permintaan server AI, minat beli mulai menyebar ke saham-saham terkait AI yang sebelumnya tertinggal," ujarnya.

Salah satu saham yang diuntungkan adalah Murata Manufacturing, produsen komponen elektronik Jepang, yang melonjak 9% pada perdagangan Senin.

Dari 33 kelompok industri yang tercatat di Bursa Efek Tokyo, hanya tujuh sektor yang menguat. Sektor teknologi informasi menjadi pemimpin kenaikan dengan lonjakan 5,6%, sementara sektor otomotif termasuk yang berkinerja paling lemah setelah turun 3,8%.

Menariknya, meskipun Nikkei ditutup menguat, hanya 70 dari 225 saham anggota indeks yang naik, sedangkan 155 saham lainnya justru melemah.

Tidak semua saham yang terkait industri semikonduktor menikmati reli. Saham Advantest turun 1,9%, sementara Fujikura melemah 2% pada perdagangan yang sama.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×