kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Sosok kontroversial yang mengedepankan prinsip kerahasiaan data (2)


Kamis, 10 Januari 2019 / 10:10 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi

Di tahun 2014, Pavel memilih mengundurkan diri sebelum akhirnya dipecat sebagai CEO VKontakte. Parahnya lagi, walau sudah secara resmi keluar dari perusahaanya itu, Ia masih tetap dikriminalisasi oleh Pemerintah Rusia lantaran komentarnya yang eksplisit dan harus menjalani persidangan.

Namun, Durov mengabaikan permintaan untuk datang persidangan sehingga Pemerintah Rusia mengirimkan petugas untuk menciduk mantan CEO VKontakte itu. Meski begitu, Pavel sudah tidak lagi berada di kediamannya. Ia meninggalkan Rusia beberapa hari sebelumnya dengan penerbangan dari bandara Pulkovo.

Ia pun secara mantap memilih untuk keluar dari Rusia dan mengklaim tidak akan pernah kembali ke negara kelahirannya tersebut. Di sinilah era Telegram di mulai, dan tak seperti bos-bos perusahaan sejenis yang berkantor pusat di Silicon Valley, Pavel Durov, kakaknya Nikolai dan tim Telegram memilih untuk hidup nomaden dan berpindah-pindah dalam bekerja dan menjalankan aplikasi Telegram.

Kini, Pavel Durov secara resmi memegang kewarganegaraan St.Kitts and Nevis. Ia lebih suka melanglang buana. Dengan total kekayaan melebihi US$ 1,7 miliar saat ini, tentu uang bukanlah persoalan baginya. Pavel Durov mengatakan timnya kini dapat bekerja dimanapun dan menyebut tim di Telegram sebagai para pengembara.

Tak heran, lantaran senang berpergian, Pavel memiliki hobi baru dan setiap momen perjalannya mengelilingi dunia bisa dilihat lewat akun instagram resmi miliknya @durov. Ia diketahui pernah berlibur di Paris, London, Sisilia, Dubai sampai Maldewa. Malah, Ia juga pernah menghabiskan waktu berlibur di Indonesia tepatnya Bali dan Raja Ampat.

Dalam laman Forbes, Durov kini bertempat tinggal di Dubaidan mendirikan kantor Telegram di negara tersebut.

Pilihannya berpindah-pindah adalah dapat terus membuat Telegram sebuah platform berbagi pesan paling aman di dunia. Ia mengaku Telegram belum pernah mengungkap secuil pun data penggunanya.

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×