kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.746   39,00   0,23%
  • IDX 8.705   58,15   0,67%
  • KOMPAS100 1.200   6,86   0,57%
  • LQ45 849   2,09   0,25%
  • ISSI 312   3,80   1,23%
  • IDX30 437   -0,24   -0,05%
  • IDXHIDIV20 509   -1,03   -0,20%
  • IDX80 133   0,82   0,62%
  • IDXV30 139   0,07   0,05%
  • IDXQ30 140   -0,07   -0,05%

Sphere, Pemasok SpaceX, Beli 10% Proyek Nikel Indonesia Milik Nickel Industries


Jumat, 02 Januari 2026 / 08:29 WIB
Sphere, Pemasok SpaceX, Beli 10% Proyek Nikel Indonesia Milik Nickel Industries
ILUSTRASI. Smelter mineral (Dok/dss+)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan tambang asal Australia Nickel Industries mengumumkan bahwa perusahaan material asal Korea Selatan Sphere Corp akan mengakuisisi 10% saham pada proyek Excelsior Nickel Cobalt (ENC) high-pressure acid leach (HPAL) di Indonesia.

Transaksi tersebut menilai proyek ENC HPAL sebesar US$ 2,4 miliar.

Baca Juga: Xi Jinping Optimistis China Tembus Pertumbuhan 5% di 2025, Ini Tantangan Besarnya

Dalam pernyataan resminya, Jumat (2/1/2026), Nickel Industries menyebutkan bahwa Sphere akan membeli saham tersebut dari perusahaan berbasis di Hong Kong, Decent Resource.

Sementara itu, Nickel Industries akan tetap mempertahankan 44% kepemilikan pada proyek tersebut.

Sphere Corp, yang dikenal sebagai pemasok paduan khusus untuk SpaceX milik Elon Musk, akan menyerap (offtake) hasil produksi nikel sesuai dengan porsi kepemilikannya.

Selain itu, Sphere juga menandatangani perjanjian offtake tambahan untuk volume nikel di luar porsi 10% kepemilikannya dengan harga pasar.

Proyek ENC HPAL yang berlokasi di Sulawesi Tengah ini diklaim akan menjadi proyek HPAL pertama di dunia yang mampu memproduksi tiga produk nikel kelas satu (class-1 nickel), yakni mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan nikel katoda.

Baca Juga: Taiwan Tegang, Roket China Jatuh di Zona Lautnya

Seiring dengan pengumuman tersebut, saham Nickel Industries melonjak hingga 9% dan menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di indeks acuan S&P/ASX 200.

Kesepakatan ini terjadi di tengah tren kenaikan harga nikel global, menyusul rencana Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia untuk memangkas kuota produksi tambang guna menopang harga komoditas tersebut.

Nickel Industries memperkirakan proses pendanaan transaksi ini akan rampung pada awal kuartal I-2026.

Selanjutnya: Xi Jinping Optimistis China Tembus Pertumbuhan 5% di 2025, Ini Tantangan Besarnya

Menarik Dibaca: IHSG Konsolidasi di Awal Tahun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mirae (2/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×