kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Stimulus fiskal sudah mencapai US$ 8 triliun belum cukup melawan corona


Kamis, 23 April 2020 / 13:52 WIB
Stimulus fiskal sudah mencapai US$ 8 triliun belum cukup melawan corona
ILUSTRASI. Seorang perempuan yang sakit asma terlihat di jalan masuk rumahnya di daerah kumuh Mandela, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Selasa (21/4/2020). REUTERS/Pilar Olivares


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Lamgiat Siringoringo

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath juga telah berulang kali menyatakan keprihatinan bahwa negara-negara berkembang memiliki lebih sedikit ruang kebijakan dan infrastruktur yang kurang canggih untuk mengelola wabah di negara mereka.

Adapun dari nilai US$ 8 triliun total stimulus fiskal tersebut, paling banyak dialokasikan sebagai jaminan bank di negara maju. Prancis dan Spanyol misalnya masing-masing mengalokasikan US$ 300 juta dan US$ 100 juta.

Sementara total dana yang digelontorkan AS menghadapi pandemi ini mencapai US$ 2,3 triliun.
Afrika Selatan, satu-satunya negara G-20 dari Afrika juga berhasil mendorong dukungan fiskalnya menjadi US$ 26 miliar. Meskipun tetangga-tetangganya di Afrika mengalami kesulitan yang nyata.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×