kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.048   46,00   0,27%
  • IDX 6.985   -41,47   -0,59%
  • KOMPAS100 966   -5,34   -0,55%
  • LQ45 707   -7,39   -1,03%
  • ISSI 250   -0,91   -0,36%
  • IDX30 388   -0,64   -0,16%
  • IDXHIDIV20 481   -1,43   -0,30%
  • IDX80 109   -0,79   -0,72%
  • IDXV30 133   -0,35   -0,27%
  • IDXQ30 126   -0,73   -0,57%

Stimulus fiskal sudah mencapai US$ 8 triliun belum cukup melawan corona


Kamis, 23 April 2020 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Seorang perempuan yang sakit asma terlihat di jalan masuk rumahnya di daerah kumuh Mandela, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Selasa (21/4/2020). REUTERS/Pilar Olivares


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Lamgiat Siringoringo

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath juga telah berulang kali menyatakan keprihatinan bahwa negara-negara berkembang memiliki lebih sedikit ruang kebijakan dan infrastruktur yang kurang canggih untuk mengelola wabah di negara mereka.

Adapun dari nilai US$ 8 triliun total stimulus fiskal tersebut, paling banyak dialokasikan sebagai jaminan bank di negara maju. Prancis dan Spanyol misalnya masing-masing mengalokasikan US$ 300 juta dan US$ 100 juta.

Sementara total dana yang digelontorkan AS menghadapi pandemi ini mencapai US$ 2,3 triliun.
Afrika Selatan, satu-satunya negara G-20 dari Afrika juga berhasil mendorong dukungan fiskalnya menjadi US$ 26 miliar. Meskipun tetangga-tetangganya di Afrika mengalami kesulitan yang nyata.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×