kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.944   31,00   0,17%
  • IDX 6.068   30,85   0,51%
  • KOMPAS100 781   3,84   0,49%
  • LQ45 598   2,29   0,38%
  • ISSI 211   1,01   0,48%
  • IDX30 332   1,64   0,50%
  • IDXHIDIV20 424   1,23   0,29%
  • IDX80 89   0,40   0,46%
  • IDXV30 115   0,40   0,35%
  • IDXQ30 108   0,42   0,39%

Stimulus fiskal sudah mencapai US$ 8 triliun belum cukup melawan corona


Kamis, 23 April 2020 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Seorang perempuan yang sakit asma terlihat di jalan masuk rumahnya di daerah kumuh Mandela, menyusul penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Selasa (21/4/2020). REUTERS/Pilar Olivares


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Lamgiat Siringoringo

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath juga telah berulang kali menyatakan keprihatinan bahwa negara-negara berkembang memiliki lebih sedikit ruang kebijakan dan infrastruktur yang kurang canggih untuk mengelola wabah di negara mereka.

Adapun dari nilai US$ 8 triliun total stimulus fiskal tersebut, paling banyak dialokasikan sebagai jaminan bank di negara maju. Prancis dan Spanyol misalnya masing-masing mengalokasikan US$ 300 juta dan US$ 100 juta.

Sementara total dana yang digelontorkan AS menghadapi pandemi ini mencapai US$ 2,3 triliun.
Afrika Selatan, satu-satunya negara G-20 dari Afrika juga berhasil mendorong dukungan fiskalnya menjadi US$ 26 miliar. Meskipun tetangga-tetangganya di Afrika mengalami kesulitan yang nyata.




TERBARU

[X]
×