kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Stok CPO Malaysia turun ke level terendah, harga bakal melambung?


Jumat, 10 Januari 2020 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja memanen buah kelapa sawit di perkebunan di Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia, 30 Januari 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Tapi, kontrak CPO untuk pengiriman Maret 2020 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7% menjadi RM 3.099 per ton di akhir sesi pagi hari ini. 

"Data MPOB dipandang sebagai bullish, karena itu mengkonfirmasi ekspektasi pasar akan produksi yang lebih lemah terhadap ekspor yang lebih kuat bahkan sebelum implementasi rencana biodiesel oleh Malaysia," ujar Sathia. 

Baca Juga: Harga Saham Emiten CPO Terkoreksi, Simak Rekomendasi Analis

Konsumsi domestik bakal meningkat karena Malaysia sudah meluncurkan program biodiesel berbasis kelapa sawit dengan campuran 20% alias B20 pada Januari 2020. Dengan harapan, bisa menyerap tambahan 500.000 ton CPO. 

Sementara impor minyak sawit Malaysia melesat 65% menjadi 123.029 ton. "Impor jauh lebih tinggi, mengingat ketatnya pasar," sebut Marcello Cultrera, Institutional Sales Manager Phillip Futures di Kuala Lumpur, ke Reuters.




TERBARU

[X]
×