kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sukses menjadi ratu parkir mobil dan properti di Hong Kong (1)


Kamis, 12 September 2019 / 14:26 WIB

Sukses menjadi ratu parkir mobil dan properti di Hong Kong (1)
ILUSTRASI. FENOMENA - Rita Tong Liu

KONTAN.CO.ID - Rita Tong Liu tercatat menjadi salah satu miliarder dunia. Ia tercatat jadi perempuan terkaya ke empat di Hong Kong. Awal kesuksesannya didapat saat ia menerima hadiah uang dan warisan dari keluarganya. Bermodalkan itu, Liu berani menginvestasikan di bisnis properti. Saat orang belum banyak melirik, Liu berani berbisnis parkiran kendaraan di Hong Kong. Hasilnya: kekayaannya terus bertambah seiring keberaniannya mengakuisisi properti lainnya.

Taipan real estat Rita Tong Liu, merupakan wanita terkaya keempat di Hong Kong. Ia memiliki kisah panjang untuk bisa menjadi sesukses seperti saat ini. Kisahnya berawal, dari hadiah dari keluarganya sebesar HK$ 1 juta. Namun, ia sukses mengembangkan bisnis senilai US$ 3,4 miliar.

Awal 1970-an, Liu menerima uang dari keluarga suaminya untuk mulai berinvestasi. Hadiah itu bersama dengan warisan tanah ibunya di Makau. Ini membantu meletakkan fondasi atas kisah sukses yang kemudian mengangkat Liu menjadi Ketua Gale Well Group, perusahaan properti yang berbasis di Hong Kong.

Berkat itu, Forbes memberikan gelar wanita berusia 71 tahun ini sebagai orang terkaya ke-25 di Hong Kong dan peringkat ke- 504 di dunia. Sampai September 2019, total kekayaan Liu telah menembus nilai US$ 4 miliar, atau meningkat tajam dari 2017 yaitu sebesar US$ 2,7 miliar.

Tidak ada yang namanya kemenangan selalu diraih. Saya hanya mendapatkan lebih baik daripada yang hilang ketika saya mengalami kegagalan, ujar Liu, dilansir dari South China Morning Post.

Liu diperkirakan telah membangun kekayaan miliaran dollar AS. Melalui perhitungan yang cermat serta penilaian risiko sangat penting, ia berhasil meraih kesuksesan. Ketika suku bunga naik, ia tidak mau membeli properti dalam jumlah besar karena tak mau terbebani bunga pinjaman perbankan yang mahal.

Hanya Liu juga seorang yang berani mengambil risiko. Sebagai seorang Katolik yang saleh ini, ia berani mengakuisisi properti berisiko tinggi dengan membeli 3.000 tempat parkir mobil di awal tahun 2000-an. Keputusan ini membuatnya mendapatkan gelar Ratu Parkir Mobil Hong Kong.

Kisah Liu berbisnis parkir di Hong Kong berarti berbicara tentang kemampuannya mengubah situasi yang tidak menguntungkan menjadi peluang.

Pada 1990-an perusahaan keluarganya, Gale Well Group, tertangkap basah ketika menempatkan investasinya di daratan ketika kondisi keuangan mereka tengah tertekan.

Dengan menipisnya keuangan, Liu memutuskan berinvestasi di tempat parkir sebagai sesuatu yang bijak, mengingat aset seperti itu dinilai lebih murah, tapi menawarkan nilai uang yang lebih baik daripada bangunan tempat tinggal atau komersial.

Keputusan itu diambil perusahaan untuk melewati masa krisis penurunan properti tahun 2003, ketika wabah penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah menghancurkan kepercayaan investor, bahkan membuat nilai properti menjadi anjlok di Hong Kong.

Itu sebenarnya pilihan yang aman. Ini mungkin tidak menghasilkan imbal hasil yang tinggi dalam jangka pendek, tetapi juga tidak akan terdepresiasi dalam jumlah besar, kata Liu ketika ditanya mengenai investasi di gedung parkir.

Namun, berhati-hati pada waktu yang tepat tidak berarti tetap defensif. Portofolio properti Liu telah bergeser fokus ke ruang kantor, di mana ia melihat peningkatan permintaan yang berkelanjutan, didorong oleh program China Belt and Road Initiative. Ini merupakan strategi pembangunan yang fokus pada jaring dan kerja sama antara negara-negara Eurasia.

Menurut Forbes, properti komersial Liu saat ini termasuk Gedung China Insurance Group, Austin Plaza, 23 Queen's Road East dan tiga menara kantor lainnya. Dia juga memegang seluruh lantai di Grand Millennium Plaza, Shun Tak Centre, Far East Financial Center, dan Lippo Center. Hingga kini, Liu masih tetap terus mencari investasi properti lainnya.

(Bersambung)


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

Tag

×