kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Survei: Indonesia merasa lebih terancam virus corona daripada Singapura dan Malaysia


Kamis, 20 Februari 2020 / 11:39 WIB
Survei: Indonesia merasa lebih terancam virus corona daripada Singapura dan Malaysia
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. Noel Celis/Pool via REUTERS

Sumber: The Jakarta Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil survei terbaru oleh opini publik global dan perusahaan data YouGov menunjukkan, warga Indonesia lebih cemas tentang virus corona (COVID-19) dibandingkan dengan tetangga regional mereka.

Hasil studi internasional, yang melakukan survei terhadap sekitar 27.000 orang di 23 negara dan wilayah, tersebut mengukur tingkat kepedulian warga terhadap virus corona di seluruh dunia.

Hasilnya, Indonesia berada di peringkat kedua setelah China sebagai negara yang paling mengkhawatirkan wabah mematikan, yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang secara global.

Baca Juga: Depkes Singapura lakukan karantina 2.593 warga, 1.421 orang sudah dipulangkan

Survei yang dilakukan mulai 31 Januari hingga 11 Februari itu menemukan, sekitar 72% responden di Indonesia menganggap COVID-19 sebagai "ancaman utama" bagi kesehatan masyarakat, meskipun Indonesia sejauh ini tidak memiliki kasus penyakit yang dikonfirmasi.

China daratan - tepatnya di kota Wuhan, provinsi Hubei - menempati urutan pertama dalam indeks, di mana 77% warganya memandang virus sebagai ancaman besar bagi tanah air mereka.

Baca Juga: Update Corona: Terjangkit 75.674, meninggal 2.126, sembuh 16.326 (20/2-09.30 WIB)

Dalam hal memandang virus sebagai "ancaman utama" di dalam negeri, Indonesia menempati peringkat pertama di antara negara-negara Asia Tenggara yang disurvei, termasuk Thailand (71%), Filipina (70%), Malaysia (62%) dan Singapura (58%). Semua negara telah mencatat kasus virus corona.

Studi ini juga menemukan bahwa 84% orang Indonesia percaya bahwa virus itu menimbulkan "ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat di mana pun di dunia" - lebih banyak daripada warga negara lain dari negara yang disurvei, termasuk China, di mana hanya 69% orang berpendapat demikian.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa responden yang tinggal di wilayah Asia-Pasifik telah menyatakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi terhadap epidemi secara umum daripada wilayah lain di dunia.

Baca Juga: Menang lawan virus corona, Xi Jinping optimistis capai target ekonomi tahun ini

Di Timur Tengah, misalnya, Arab Saudi menempati urutan pertama (66%) dalam hal memandang virus sebagai ancaman besar, diikuti oleh Kuwait (60%) dan Uni Emirat Arab (56%).

Survei ini juga menemukan bahwa warga di beberapa negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat, kurang terancam oleh virus dibandingkan orang lain di Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Baca Juga: Mata uang Singapura diramal akan anjlok ke level terendah 2017, ini penjelasannya

Misalnya, hanya 27% responden di Amerika Serikat, 23% di Inggris dan 19% di Jerman yang menganggap COVID-19 sebagai ancaman utama bagi negara mereka.

Hingga saat ini, lebih dari sebulan sejak virus tersebut menyebar secara global, pemerintah masih mengklaim tidak ada kasus virus corona di Indonesia, meskipun setidaknya empat warga negara Indonesia dilaporkan telah mengontrak virus di luar negeri.

Baca Juga: Hanya untuk yang bermasker: Kasino Makau dibuka kembali setelah suspensi virus corona

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pada hari Selasa mengonfirmasi bahwa tiga awak Indonesia yang berada di atas kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di lepas pantai Jepang telah dinyatakan positif  COVID-19.

Awal bulan ini, seorang wanita Indonesia yang bekerja di Singapura dites positif terkena virus dan telah dirawat di Rumah Sakit Umum Singapura.



TERBARU

[X]
×