kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Survei medis: Lockdown tak efektif menekan angka kematian akibat Covid-19 di AS


Jumat, 24 Juli 2020 / 11:02 WIB
ILUSTRASI. Polisi NYPD mengendarai kuda di sepanjang 5th Avenue sementara sejumlah toko terlihat beroperasi, saat dimulainya pembukaan kembali tahap pertama setelah penguncian, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Kota New York, New York, Amerika Seri


Sumber: Washington Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Kelompok konservatif menginginkan unit-unit bisnis dan sekolah untuk dibuka kembali agar perekonomian bisa kembali normal.

Di sisi lain, sebagian besar pejabat dari Partai Demokrat tetap ingin memberlakukan pembatasan jarak di ruang publik dan menjaga anak-anak untuk tetap bersekolah dari rumah.

"Amerika Serikat telah menghadapi tantangan untuk menerapkan lockdown, dengan warga di beberapa negara bagian secara terbuka melayangkan protes atas upaya tersebut dan menyebabkan gelombang demonstrasi," tulis Lancet dalam laporannya.

Presiden Donald Trump sendiri sejak pekan lalu mulai menunjukkan kekhawatirannya akan wabah Covid-19 yang terasa makin merugikan negaranya.

Sekarang Trump dan jajarannya mengkampanyekan AS sebagai pusat pengujian dunia. Laporan dari Market Watch menyebutkan AS akan mengadakan 6 juta tes setiap harinya sampai akhir tahun ini.

Baca Juga: Amerika Serikat rogoh kocek US$ 2 miliar demi dapatkan vaksin corona




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×