Tabrakan kapal Jepang dan Rusia di Hokkaido tewaskan 3 orang nelayan

Kamis, 27 Mei 2021 | 13:35 WIB Sumber: Kyodo
Tabrakan kapal Jepang dan Rusia di Hokkaido tewaskan 3 orang nelayan

ILUSTRASI. Sebuah kapal patroli milik Pasukan Bela Diri Jepang terlihat di sekitar kepulauan Senkaku, atau oleh China disebut sebagai Diaoyu.  


KONTAN.CO.ID - TOKYO. Sebuah kapal nelayan Jepang pada hari Rabu (26/5) bertabrakan dengan kapal Rusia di perairan Pulau Hokkaido, menyebabkan tiga orang awaknya tewas.

Dilansir dari Kyodo, kapal nelayan kecil Hokko Maru No.8 merupakan kapal dari koperasi perikanan yang berbasis di Mombetsu Hokkaido sedang menangkap kepiting berbulu ketika tabrakan terjadi sekitar pukul 6 pagi.

Kapal Hokko Maru bertabrakan dengan kapal Amur seberat 662 ton milik Rusia. Selain tiga orang tewas, Penjaga Pantai Jepang melaporkan dua awak Hokko Maru lainnya berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka.

Kapal Amur dari Rusia mengangkut 23 awak sedang mengangkut makanan laut ke Mombetsu dari Sakhalin di Timur Jauh Rusia.

Otoritas Rusia dalam sebuah pernyataan mengakatan bahwa kapal Jepang tidak mengirim sinyal di tengah jarak pandang yang rendah karena kabut, dan mereka akan menyelidiki tindakan awak kapal Rusia tersebut.

Dari pihak Hokko Maru, salah satu awak yang selamat mengatakan bahwa kapal Rusia menabrak kapal boat mereka hingga terbalik.

Baca Juga: Kapal induk AS di Asia Pasifik akan ditugaskan menjemput tentara di Afghanistan

Awak Hokko Maru menjelaskan mereka mereka tidak dapat memindahkan kapal sebelum tabrakan dengan kapal Rusia karena mereka menangkap kepiting dengan tali.

Pengamat meteorologi setempat sebelumnya memang sudah memberikan peringatan adanya kabut tebal di laut lepas pelabuhan Mombetsu pada saat insiden terjadi.

Depatemen penjaga pantai Mombetsu hari Kamis (27/5) mengabarkan bahwa Penjaga Pantai Jepang akan menahan kapal pukat Amur di pelabuhan Mombetsu untuk periode penyelidikan.

"Kapal Rusia Amur mungkin ditahan di pelabuhan Mombetsu untuk penyelidikan resmi. Jangka waktu akan bergantung pada konten penyelidikan, dan kami tidak bisa mengatakan berapa lama itu akan berlangsung. Kapten kapal dan awaknya mungkin akan ditanyai dalam hal ini juga," ungkap pernyataan pihak pelabuhan Mombetsu, seperti dikutip TASS.

Selanjutnya: Rusia-India akan menggelar latihan militer gabungan bertajuk Indra-2021 pada Agustus

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru