kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Taiwan Sebut AS Mulai Prosedur Penjualan Senjata Senilai US$11,1 Miliar


Kamis, 18 Desember 2025 / 08:39 WIB
Taiwan Sebut AS Mulai Prosedur Penjualan Senjata Senilai US$11,1 Miliar
ILUSTRASI. TAIWAN-MILITARY (Ceng Shou Yi/NurPhoto via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kementerian Pertahanan Taiwan pada Kamis (18/12/2025) menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memulai prosedur pemberitahuan kepada Kongres terkait rencana penjualan senjata senilai US$11,1 miliar kepada Taiwan, sebagai bentuk dukungan bagi Taipei yang tengah menghadapi meningkatnya tekanan militer dari China.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan paket penjualan senjata tersebut mencakup delapan jenis persenjataan, antara lain sistem roket HIMARS, howitzer, rudal antitank, drone, serta suku cadang untuk berbagai peralatan militer lainnya.

Baca Juga: Dolar Tahan Kenaikan terhadap Pound dan Yen Kamis (18/12), Jelang Rapat Bank Sentral

“Amerika Serikat terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai, serta dengan cepat membangun kekuatan daya tangkal yang kuat dan memanfaatkan keunggulan perang asimetris, yang menjadi fondasi bagi terjaganya perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata kementerian tersebut.

Didorong oleh Amerika Serikat, Taiwan dalam beberapa tahun terakhir berupaya mentransformasi angkatan bersenjatanya agar mampu menjalankan strategi perang asimetris, dengan mengandalkan senjata yang lebih kecil, mobile, relatif murah, namun tetap efektif dan presisi, seperti drone.

AS memang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China, namun tetap menjalin hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan menjadi pemasok senjata terpenting bagi pulau tersebut.

Berdasarkan undang-undang AS, Washington berkewajiban menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan, meskipun penjualan senjata ini kerap menjadi sumber ketegangan dengan Beijing.

Baca Juga: Apple Buka iPhone untuk App Store Alternatif di Jepang

Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang secara tegas ditolak oleh pemerintah di Taipei.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×