kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Taiwan Sebut AS Mulai Prosedur Penjualan Senjata Senilai US$11,1 Miliar


Kamis, 18 Desember 2025 / 08:39 WIB
Taiwan Sebut AS Mulai Prosedur Penjualan Senjata Senilai US$11,1 Miliar
ILUSTRASI. TAIWAN-MILITARY (Ceng Shou Yi/NurPhoto via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kementerian Pertahanan Taiwan pada Kamis (18/12/2025) menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memulai prosedur pemberitahuan kepada Kongres terkait rencana penjualan senjata senilai US$11,1 miliar kepada Taiwan, sebagai bentuk dukungan bagi Taipei yang tengah menghadapi meningkatnya tekanan militer dari China.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan paket penjualan senjata tersebut mencakup delapan jenis persenjataan, antara lain sistem roket HIMARS, howitzer, rudal antitank, drone, serta suku cadang untuk berbagai peralatan militer lainnya.

Baca Juga: Dolar Tahan Kenaikan terhadap Pound dan Yen Kamis (18/12), Jelang Rapat Bank Sentral

“Amerika Serikat terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai, serta dengan cepat membangun kekuatan daya tangkal yang kuat dan memanfaatkan keunggulan perang asimetris, yang menjadi fondasi bagi terjaganya perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata kementerian tersebut.

Didorong oleh Amerika Serikat, Taiwan dalam beberapa tahun terakhir berupaya mentransformasi angkatan bersenjatanya agar mampu menjalankan strategi perang asimetris, dengan mengandalkan senjata yang lebih kecil, mobile, relatif murah, namun tetap efektif dan presisi, seperti drone.

AS memang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China, namun tetap menjalin hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan menjadi pemasok senjata terpenting bagi pulau tersebut.

Berdasarkan undang-undang AS, Washington berkewajiban menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan, meskipun penjualan senjata ini kerap menjadi sumber ketegangan dengan Beijing.

Baca Juga: Apple Buka iPhone untuk App Store Alternatif di Jepang

Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.

China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang secara tegas ditolak oleh pemerintah di Taipei.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×