kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Tak cuma di Indonesia, ribuan warga Malaysia juga ngotot mudik meski dilarang


Jumat, 22 Mei 2020 / 14:49 WIB
Tak cuma di Indonesia, ribuan warga Malaysia juga ngotot mudik meski dilarang
ILUSTRASI. Menara Petronas. Jelang Idul Fitri, ribuan warga Malaysia juga ngotot mudik meski dilarang pemerintah. REUTERS/Lim Huey Teng

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Kekhawatiran atas penyebaran Covid-19 tampaknya tidak diperdulikan oleh sebagian warga Malaysia. Pasalnya ribuan warga berusaha untuk menghindari larangan keras pada perjalanan antar negara bagian untuk mudik.

Dilansir dari South China Morning Post, pemerintah Malaysia memberlakukan larangan mudik setelah ribuan warga Malaysia datang ke kantor polisi dengan harapan mendapatkan dispensasi khusus untuk melewati batas negara bagian.

Baca Juga: Aktivis Hong Kong mulai kembali menghimpun massa untuk protes anti UU Keamanan

Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan larangan itu diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona ke daerah yang sebelumnya tidak terinfeksi, terutama di kawasan pedesaan.

Namun, ribuan orang Malaysia mengabaikan petunjuk itu dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke kota asal mereka untuk merayakan Idul Fitri. Sekitar 5.000 mobil dilaporkan kembali dari cegatan polisi antara Selasa dan Rabu.

Pemerintah telah memperingatkan bahwa akan mulai mengeluarkan denda langsung ngotot mau mudik. Periode libur resmi untuk Idul Fitri, yang dimulai pada Sabtu malam adalah dua hari, berlangsung pada hari Minggu dan Senin. 

Ismail mengatakan beberapa pelancong telah kedapatan mencoba menggunakan jalan pintas untuk menghindari polisi. Dia memperingatkan taktik semacam itu tidak akan berhasil.

Baca Juga: Soal UU Keamanan Hong Kong, AS langsung bersiap memberi sanksi bagi China

“Polisi masih bisa menemukanmu. Itu tidak berarti Anda bisa lolos begitu saja. Kami mungkin masih bisa membawa Anda dalam perjalanan kembali ke Kuala Lumpur,” katanya.



TERBARU

[X]
×