kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Tak semudah yang disangka, begini lika-liku bisnis ganja di Kanada


Sabtu, 03 Agustus 2019 / 11:05 WIB


Sumber: DW.com | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

Pemerintah pusat di Ottawa memiliki wewenang soal  pemberian lisensi produksi, sementara pemerintah provinsi memutuskan produk ganja apa yang boleh dijual di wilayahnya (lisensi penjualan).

Mark Rendell mengatakan, lisensi produksi dari pemerintah pusat sering terlalu lama keluar. Sementara beberapa provinsi enggan mengeluarkan izin penjualan. Sekarang saja, ada lebih 100 perusahaan yang masih menunggu lisensi produksi.

Industri berkembang

Di Leamington, Ontario, perusahaan bernama Aphria saat ini sedang membangun rumah kaca hortikultura yang paling modern di Kanada untuk membudidayakan ganja. Kota ini memiliki iklim yang lebih baik daripada daerah lain di Kanada.

Baca Juga: Ada narkoba jenis baru berupa ganja cair masuk Indonesia

Sebelumnya di sini banyak ditanam tomat dan mentimun. Namun sekarang sayuran sudah hilang, meskipun perusahaan masih menggunakan mesin-mesin tua yang dulu digunakan untuk produksi makanan, kata Brett Marchand, veteran tentara Kanada yang sekarang bekerja di industri mariyuana.

"Ini adalah industri baru, Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk membangun," katanya. "Kebanyakan orang tidak mendapatkan peluang seperti ini, benar-benar kesempatan sekali seumur hidup untuk menjadi bagian dari sesuatu dan benar-benar sejak awal."

Baca Juga: Perusahaan ganja Australia ini berencana IPO di pasar modal Jerman

Brett Marchand yakin bahwa pasar ganja akan terus tumbuh. "Kami belum mencapai puncak. Mungkin dalam dua tahun dari sekarang kami sudah tidak punya masalah lagi soal pasokan, "katanya.




TERBARU

[X]
×