kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Taliban mengincar hubungan kerja sama dengan Rusia hingga Pakistan


Senin, 06 September 2021 / 09:08 WIB
ILUSTRASI. Mullah Baradar Akhund, seorang pejabat senior Taliban, duduk bersama sekelompok pria, membuat pernyataan video, dalam gambar diam yang diambil dari video yang direkam di lokasi tak dikenal dan dirilis pada 16 Agustus 2021.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Meski lampu hijau telah diberikan oleh pihak Taliban, namun AS mengakui masih khawatir dengan situasi Afghanistan dan kemungkinan besar tidak akan membuka kedutaan untuk beberapa waktu.

Perginya pasukan AS tahun ini masih dianggap jadi pemicu naiknya Taliban ke kursi kekuasaan Afghanistan. Penarikan pasukan AS dari Afghanistan telah resmi berakhir pada 30 Agustus lalu sesuai perjanjian, sekaligus mengakhiri misi militer selama 20 tahun di negara tersebut.

Pada tanggal 15 Agustus, pejuang Taliban berhasil menguasai Kabul dalam beberapa jam tanpa perlawanan dari militer Afghanistan. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga langsung mengundurkan diri untuk mencegah pertumpahan darah dan kemudian melarikan diri dari negara itu.

Selanjutnya: Rusia: Jangan sampai sisa senjata AS di Afghanistan disalahgunakan Taliban




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×