kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Taliban; Wanita dapat belajar di universitas namun dipisah berdasarkan gender


Senin, 13 September 2021 / 09:37 WIB
ILUSTRASI. Taliban. Media Sosial/via REUTERS


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wanita di Afghanistan dapat melanjutkan studi di universitas, termasuk di tingkat pascasarjana, tetapi ruang kelas akan dipisahkan berdasarkan gender dan penutup kepala akan menjadi wajib.

Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Haqqani memaparkan kebijakan baru pada konferensi pers pada hari Minggu, sehari setelah Taliban mengibarkan bendera mereka di atas istana presiden, menandakan dimulainya pekerjaan baru.

Kebangkitan Taliban telah memicu kekhawatiran kelompok itu akan kembali ke aturan kejam yang mendefinisikan tugas pertamanya berkuasa di Afghanistan 20 tahun lalu. Itu termasuk penolakan pendidikan untuk para perempuan, serta pengucilan mereka dari kehidupan publik.

Baca Juga: Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam tutup setelah ditinggal negara Barat

“Kami akan mulai membangun apa yang ada hari ini,” kata Haqqani, mempertahankan posisi Taliban bahwa sikapnya, khususnya terhadap perempuan, telah berubah dalam 20 tahun terakhir.

Pernyataan terbaru datang ketika kelompok itu telah mencari legitimasi internasional menyusul serangan kilatnya di seluruh negeri ketika Amerika Serikat bersiap untuk menarik pasukan pada batas waktu 31 Agustus. Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus.

Terlepas dari sikap Taliban, wanita telah dilarang berolahraga dan Taliban telah menggunakan kekerasan dalam beberapa hari terakhir terhadap pengunjuk rasa wanita yang menuntut persamaan hak.

Selanjutnya: PBB mencari bantuan US$ 600 juta untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×