Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Namun, kini Tiongkok tampak lebih berpengalaman dan siap. Sejak tarif 10% Trump atas barang-barang Tiongkok mulai berlaku awal bulan ini, Beijing telah merespons dengan cepat tetapi hati-hati yang menargetkan produk-produk AS dengan tarif yang dirancang untuk menghindari pukulan balik besar terhadap ekonominya sendiri sambil mengisyaratkan bahwa mereka memiliki lebih banyak cara untuk menyerang perusahaan-perusahaan Amerika jika diperlukan.
"Kami akan dengan tegas menanggapi praktik intimidasi sepihak AS," kata Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada Konferensi Keamanan Munich bulan ini.
Stabilitas Sosial
Dalam pernyataan terakhirnya, Xi juga meminta para pejabat tinggi untuk menjaga stabilitas sosial, mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, dan terus meningkatkan standar hidup masyarakat.
Tiongkok tengah berupaya mengatasi perlambatan ekonomi yang berkepanjangan, dengan ekspornya yang kuat menghadapi tekanan yang semakin besar dari ketegangan perdagangan di luar negeri.
Tahun lalu, serangkaian serangan publik yang disertai kekerasan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, yang menghubungkan insiden ini dengan meningkatnya kesengsaraan ekonomi.
Xi baru-baru ini bertemu dengan para pengusaha terkemuka Tiongkok dalam apa yang dipandang sebagai upaya untuk memulihkan kepercayaan pada sektor swasta.
Dalam pertemuan tersebut, Xi meminta para pebisnis untuk "menunjukkan bakat mereka" dalam sebuah pertemuan para pemimpin industri Tiongkok termasuk pendiri Alibaba, Jack Ma.
Saat ini, Xi tengah berupaya keras untuk menghentikan kemerosotan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
Tonton: 3 Tahun Perang Ukraina, Xi Jinping Tegaskan Kemitraan Tanpa Batas kepada Putin
Melansir The Guardian, Xi bertemu dengan Ma, yang menjadi sasaran tindakan keras terhadap industri teknologi dalam beberapa tahun terakhir, serta para bos produsen mobil listrik BYD, produsen baterai CATL, Tencent, Xiaomi, dan pendiri Huawei, Ren Zhengfei.
Ia juga mengatakan bahwa bisnis swasta Tiongkok memiliki prospek yang luas dan janji yang besar untuk menciptakan kekayaan dan peluang.
Menurut Xi, tata kelola Tiongkok dan skala pasarnya memberinya keuntungan yang melekat dalam mengembangkan industri baru.
"Ini adalah waktu yang tepat bagi mayoritas bisnis swasta dan pengusaha untuk menunjukkan bakat mereka," katanya seperti dikutip dalam sambutan yang disebut media pemerintah sebagai "pidato penting".
Para ekonom memperkirakan pertemuan parlemen nasional mendatang akan memperkenalkan langkah-langkah baru untuk mendorong konsumsi.
"Kami masih berpikir stimulus kebijakan yang kuat diperlukan bagi pasar untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, agar lebih berkelanjutan," kata Marcella Chow, ahli strategi pasar global di JPMorgan Asset Management.