Sumber: Euronews | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sementara itu, harga minyak Rusia kini diperdagangkan dengan diskon besar. Pada Desember, diskon mencapai sekitar US$ 25 per barel. Harga minyak mentah utama Rusia, Urals, bahkan turun di bawah US$ 38 per barel, jauh di bawah harga Brent yang berada di kisaran US$ 62,5 per barel.
Karena pajak produksi minyak Rusia berbasis harga, kondisi ini secara langsung menggerus pendapatan negara.
Pertumbuhan Melambat, Anggaran Tertekan
Di luar sektor energi, ekonomi Rusia juga menghadapi tantangan serius. Pertumbuhan ekonomi mulai tersendat seiring terbatasnya dampak belanja perang dan semakin parahnya kekurangan tenaga kerja.
Produk domestik bruto (PDB) Rusia hanya tumbuh 0,1% pada kuartal ketiga. Proyeksi pertumbuhan 2026 berada di kisaran 0,6–0,9%, jauh di bawah capaian lebih dari 4% pada 2023 dan 2024.
“Kremlin khawatir dengan keseimbangan anggaran karena bertepatan dengan perlambatan ekonomi, sementara biaya perang tidak menurun,” kata Kluge.
Pajak Naik dan Utang Bertambah
Untuk menutup defisit, pemerintah Rusia menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 20% menjadi 22%, serta meningkatkan cukai impor mobil, rokok, dan alkohol. Pemerintah juga menambah pinjaman dari bank-bank domestik dan memanfaatkan dana cadangan kekayaan negara.
Meski kas negara masih cukup untuk saat ini, kenaikan pajak berisiko memperlambat pertumbuhan lebih lanjut. Sementara peningkatan utang dapat memperburuk inflasi, yang saat ini masih berada di kisaran 5,6% meski suku bunga acuan bank sentral tetap tinggi.
Tonton: Timur Tengah di Ambang Konflik, Inggris Kirim Jet Tempur Siluman F-35B ke Siprus
“Dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, tekanan ini bisa memengaruhi cara Rusia menjalankan perang,” ujar Kluge. “Bukan berarti mereka akan mencari perdamaian, tetapi kemungkinan menurunkan intensitas konflik dan memperlambat perang karena biayanya semakin mahal.”













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)