kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Telepon Ancaman Donald Trump Membuat Denmark Ketakutan, Ini Penyebabnya


Kamis, 30 Januari 2025 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Donald Trump melakukan panggilan telepon yang berapi-api dengan perdana menteri Denmark Mette Frederiksen atas tuntutannya untuk membeli Greenland. REUTERS/Elizabeth Frantz 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Dilihat dari sudut pandang pemerintah Denmark, Greenland adalah milik orang-orang Greenland," tegas Frederiksen.

Kehadiran Denmark di Greenland sudah ada sejak zaman kolonial dan wilayah itu diserahkan kepada mahkota Denmark ketika Denmark dan Norwegia berpisah pada tahun 1814. 

Pada tahun 1979, pemerintahan sendiri diperkenalkan. Meskipun Denmark mengendalikan kebijakan luar negeri dan keamanan Greenland, Greenland memiliki parlemennya sendiri.

Dalam pidato tahun barunya, Múte Egede, perdana menteri Greenland, mengatakan bahwa ia ingin Greenland terbebas dari "belenggu kolonialisme". 

Tonton: Pernyataan Trump atas Greenland Picu Perdebatan Soal Taiwan di Tiongkok

Kemudian, setelah kunjungan Donald Trump Jr awal tahun ini, Egede berkata: "Kami adalah orang-orang Greenland. Kami tidak ingin menjadi orang Amerika. Kami juga tidak ingin menjadi orang Denmark. Masa depan Greenland akan ditentukan oleh Greenland.”




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×