kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tensi meninggi, AS minta para sekutunya memutuskan hubungan bisnis dengan China


Rabu, 27 Mei 2020 / 08:11 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, China, 30 Juli 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat (AS) meminta sekutu-sekutunya untuk memutuskan hubungan dengan China di bidang-bidang dengan risiko keamanan.

Melansir The Jerusalem Post, seorang pejabat AS dengan pengetahuan pembicaraan tentang masalah tersebut mengungkapkan permintaan Washington itu ke para sekutunya.

Permintaan AS itu memaksa Israel memilih perusahaan lokal untuk membangun pabrik desalinasi terbesar di dunia dibandingkan dengan perusahaan asal China.

Baca Juga: Memanas, Trump siapkan respons sangat kuat untuk China terkait Hong Kong

Sehingga, mencegah pertikaian yang tidak Israel inginkan dengan Pemerintahan Donald Trump atas partisipasi China dalam proyek infrastruktur raksasa tersebut.

Pemerintah Israel mengumumkan pemilihan perusahaan lokal dalam proyek pabrik desalinasi yang akan berada di Kibbutz Palmachim dan menelan biaya lebih dari NIS 5 miliar pada Selasa (26/5).

AS secara khusus menandai kemungkinan keterlibatan Hutchison dalam pembangunan pabrik desalinasi. Selain jadi proyek infrastruktur penting bagi Israel, pabrik itu dekat Sorek Nuclear Center dan Pangkalan Udara Palmachim.

Baca Juga: AS beri sanksi ke perusahaan China karena kasus Uighur, China: Itu urusan internal

Kekhawatiran AS tentang keterlibatan perusahaan-perusahaan China dalam proyek-proyek infrastruktur utama di Israel dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena kemampuan operasi-operasi Tiongkok untuk mengumpulkan intelijen sambil bekerja pada mereka.




TERBARU

[X]
×