kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Memanas, Trump siapkan respons sangat kuat untuk China terkait Hong Kong


Rabu, 27 Mei 2020 / 07:10 WIB
Memanas, Trump siapkan respons sangat kuat untuk China terkait Hong Kong
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mendengarkan dalam pertemuan tentang respons pandemi virus corona (COVID-19) dengan Gubernur Arkansas Asa Hutchinson dan Gubernur Kansas Laura Kelly di Ruang Kabinet di Gedung Putih di Washington, AS, 20 Mei 2020. REUTERS / Leah

Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, ia akan memberikan respons yang "sangat menarik" dalam beberapa hari ke depan terhadap ancaman China untuk memperketat kontrol atas Hong Kong.

AS telah menentang keras rencana Beijing untuk memperketat cengkeramannya di Hong Kong.

Saat ditanya, apakah dia sedang mempertimbangkan sanksi terhadap China, Trump mengatakan, itu adalah "pertanyaan yang sangat penting" dan ia akan melakukan sesuatu, "Anda akan menemukan respons sangat menarik".

Baca Juga: Pemimpin Hong Kong jamin UU Keamanan tak injak-injak hak dan kebebasan

"Itu adalah sesuatu yang akan kamu dengar lebih dari yang berikutnya, sebelum akhir minggu. Sangat kuat, saya rasa," katanya, Selasa (26/5), tanpa memberikan lebih banyak detail, seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Ditanya tentang soal rancangan undang-undang di Kongres yang akan menetapkan sanksi terhadap pejabat China yang melakukan  pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas Uighur, Trump berkata, "Kami melihatnya dengan sangat kuat".

Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany menyebutkan, Presiden Trump mengatakan kepadanya bahwa dia merasa status Hong Kong sebagai pusat keuangan global, bersama London dan New York, dalam bahaya.

Baca Juga: Bakal memanas, Garnisun China bertekad jaga kedaulatan di Hong Kong

"Presiden merasa, sulit untuk melihat bagaimana Hong Kong bisa tetap menjadi pusat keuangan jika China mengambil alih," ujar McEnany seperti dilansir Channelnewsasia.com.




TERBARU

[X]
×