kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Terkait Hizbullah, Jerman geledah masjid dan tempat di 4 kota


Kamis, 30 April 2020 / 16:46 WIB
Terkait Hizbullah, Jerman geledah masjid dan tempat di 4 kota
ILUSTRASI. Bendera Jerman saat pertandingan persahabatan Jerman vs Serbia di Volkswagen Arena, Wolfsburg, Jerman, 20 Maret 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Puluhan polisi dan pasukan khusus Jerman menggeledah masjid dan tempat-tempat yang terkait dengan Hizbullah di Bremen, Berlin, Dortmund, dan Muenster pada Kamis (30/4) dini hari, media Jerman melaporkan.

Masjid Al-Irshad di Berlin ditutup dengan setidaknya 16 mobil polisi terparkir di luar, menurut seorang fotografer AFP seperti dikutip Channelnewsasia.com. Polisi bertopeng terlihat berjalan masuk dan keluar dari masjid.

Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran resmi di Jerman, pasukan keamanan memperkirakan, kelompok yang mendapat dukungan Iran itu punya sekitar seribu anggota di negeri panzer.

Baca Juga: Situasi memanas, Lebanon di ambang kekacauan

Pihak berwenang menganggap Hizbullah menggunakan Jerman sebagai tempat yang aman untuk membuat rencana, merekrut simpatisan, dan mengumpulkan dana, termasuk melalui kegiatan kriminal.

"Kegiatan kejahatan dan rencana serangan kelompok itu juga terjadi di tanah Jerman," kata Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer kepada harian Jerman Bild, Kamis (30/4) seperti dilansir Channelnewsasia.com.

Dia mengatakan, Hizbullah secara terbuka menyerukan "penghancuran dengan kekerasan" atas Israel.

Baca Juga: Sasar Iran, Israel lancarkan serangan udara ke Suriah untuk kali kedua dalam seminggu

"Itu adalah bagian dari tanggungjawab historis kami, bahwa kami menggunakan segala cara di bawah supremasi hukum untuk bertindak melawan ini," katanya merujuk tanggungjawab Jerman atas Holocaust selama Perang Dunia II.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×