kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Thailand-Kamboja Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata


Sabtu, 27 Desember 2025 / 11:41 WIB
Thailand-Kamboja Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata
ILUSTRASI. Peta konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja (The Humanitarian Data Exchange/via REUTERS) Thailand dan Kamboja sepakat pada hari Sabtu (27/12) untuk menghentikan bentrokan perbatasan yang sengit selama berminggu-minggu.


Sumber: CNA | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand dan Kamboja sepakat pada hari Sabtu (27/12) untuk menghentikan bentrokan perbatasan yang sengit selama berminggu-minggu, pertempuran terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara negara-negara Asia Tenggara yang meliputi serangan jet tempur, saling tembak roket, dan gempuran artileri.

"Kedua belah pihak sepakat untuk mempertahankan penempatan pasukan saat ini tanpa pergerakan lebih lanjut," kata menteri pertahanan mereka dalam pernyataan bersama tentang gencatan senjata, yang akan berlaku pada siang hari waktu setempat (pukul 1 siang di Singapura).

Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, China Resmi Atur Pesawat Nirawak Lewat UU Penerbangan

"Penguatan pasukan apa pun akan meningkatkan ketegangan dan berdampak negatif pada upaya jangka panjang untuk menyelesaikan situasi," menurut pernyataan yang dirilis di media sosial oleh Kementerian Pertahanan Kamboja.

Kesepakatan yang ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Thailand Natthaphon Narkphanit dan mitranya dari Kamboja, Tea Seiha, mengakhiri pertempuran selama 20 hari yang telah menewaskan sedikitnya 101 orang dan menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua belah pihak.

Bentrokan kembali berkobar pada awal Desember setelah gagalnya gencatan senjata yang telah dibantu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan pertempuran sebelumnya pada bulan Juli.

Baca Juga: Jam Malam Yangon Dicabut Jelang Pemilu

Selanjutnya: Ini 10 Kereta Jarak Jauh Favorit Selama Nataru

Menarik Dibaca: Ini 10 Kereta Jarak Jauh Favorit Selama Nataru




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×