kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

The Fed mengatakan risiko perlambatan turun, tapi virus corona membayangi ekonomi


Minggu, 09 Februari 2020 / 08:02 WIB
The Fed mengatakan risiko perlambatan turun, tapi virus corona membayangi ekonomi
ILUSTRASI. Gubernur The Fed Jerome Powell.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Federal Reserve dalam laporan kebijakan moneter terbarunya kepada Konges AS menyebut perlambatan ekonomi AS pada tahun lalu karena melambatnya sektor manufaktur dan pertumbuhan ekonomi global yang lemah cukup luas, namun risiko utama telah surut dan kemungkinan resesi juga sudah menurun.

"Risiko kerugian pada prospek ekonomi AS tampaknya sudah surut pada akhir tahun ini, karena konflik perdagangan agak berkurang, pertumbuhan ekonomi di luar negeri menunjukkan tanda-tanda stabil dan kondisi keuangan mereda," kata The Fed yang dikutip Reuters. 

The Fed juga mencatat pasar kerja AS dan belanja konsumen tetap kuat.

Baca Juga: Bank sentral AS tengah mempertimbangkan perlunya mata uang digital Fedcoin

"Kemungkinan resesi yang terjadi selama tahun depan turun secara nyata dalam beberapa bulan terakhir," kata The Fed.

Di antara risiko yang dicatat oleh The Fed, dampak dari penyebaran wabah virus corona di China, nilai aset tinggi dan tingkat rekor utang korporasi yang rendah yang digarisbawahi The Fed sebagai kekhawatiran yang dapat menimbulkan masalah perlambatan ekonomi.

Kekhawatiran tentang virus corona dan kemungkinan gangguan terhadap ekonomi China membuat pasar saham ditutup melemah pada akhir pekan lalu, meski laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 225.000 pekerjaan pada Januari.

Sementara seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (7/2) mengatakan dampak yang mungkin terjadi akibat virus corona di AS akan minimal.

Secara keseluruhan, The Fed mengatakan risiko pemulihan ekonomi AS selama lebih dari satu dekade tampaknya berkurang setelah tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2019 dan bukti bahwa penurunan perdagangan dan manufaktur di seluruh dunia tampaknya telah berakhir.

Baca Juga: Wall Street melorot dibayangi kekhawatiran virus corona

"Belanja konsumen dan aktivitas layanan di seluruh dunia terus bertahan," kata The Fed.

Penurunan manufaktur menyebabkan kekhawatiran bahwa sektor ini mungkin akan membawa AS ke jurang resesi, kekhawatiran yang diperparah oleh tekanan di pasar obligasi AS.

The Fed menyimpulkan bahwa perlambatan dalam output pabrik yang juga lebih sedikit pesanan untuk para pemasok suku cadang dan jasa memangkas pertumbuhan PDB secara keseluruhan sekitar 0,2 poin persentase hingga 0,5 poin persentase.

Namun penurunan output pabrik, menuut The Fed cukup pendek dibanding penurunan sektor manufaktur saat resesi masa lalu.


Tag

TERBARU

[X]
×