kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.823   31,00   0,18%
  • IDX 8.189   41,92   0,51%
  • KOMPAS100 1.153   6,61   0,58%
  • LQ45 839   5,71   0,69%
  • ISSI 288   1,22   0,42%
  • IDX30 437   3,68   0,85%
  • IDXHIDIV20 524   3,72   0,72%
  • IDX80 129   0,91   0,71%
  • IDXV30 143   1,08   0,76%
  • IDXQ30 141   0,92   0,66%

The Fed Tetap Waspada Inflasi, Cook Tak Tergoda Turunkan Suku Bunga


Kamis, 05 Februari 2026 / 08:11 WIB
The Fed Tetap Waspada Inflasi, Cook Tak Tergoda Turunkan Suku Bunga
ILUSTRASI. Gubernur The Fed Lisa Cook (NULL/Bloomberg)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook mengatakan pada Rabu (4/2) bahwa ia lebih khawatir terhadap stagnasi penurunan inflasi dibanding melemahnya pasar tenaga kerja, menandakan bahwa ia tidak akan mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut hingga tekanan harga yang meningkat tahun lalu akibat tarif mulai mereda.

“Saat ini, saya melihat risiko lebih condong ke arah inflasi yang lebih tinggi,” ujar Cook dalam pidatonya yang disiapkan untuk Economic Club of Miami, seminggu setelah ia bergabung dengan mayoritas koleganya di The Fed dalam pemungutan suara 10-2 untuk mempertahankan suku bunga tetap.

Baca Juga: Xi-Putin Berbicara Lewat Telepon Selama 1 Jam 25 Menit, Isu Apa yang Dibahas?

The Fed memang telah menurunkan biaya pinjaman jangka pendek tiga kali tahun lalu, hingga mencapai kisaran saat ini 3,50%-3,75%.

Cook mengatakan bahwa penurunan tersebut akan terus mendukung pasar tenaga kerja yang kini relatif stabil.

Tingkat pengangguran di 4,4% pada Desember, jauh di bawah rata-rata 50 tahun sebesar 6,2% sebelum pandemi COVID-19 2020, ia mencatat.

Namun, kemajuan menurunkan inflasi, yang menjadi target Fed sebesar 2%, terhenti pada sekitar 3% pada akhir tahun lalu setelah mengeluarkan harga makanan dan energi yang volatil.

“Plateau seperti ini memang membuat frustrasi setelah melihat disinflasi signifikan dalam beberapa tahun sebelumnya,” ujarnya.

Cook optimistis bahwa efek tarif terhadap harga barang akan mereda dan memungkinkan inflasi kembali turun tahun ini, namun ia menekankan bahwa masih banyak ketidakpastian terkait jalur inflasi, termasuk kebijakan tarif di masa depan dan apakah ekspektasi inflasi akan tertanam.

Baca Juga: Demam Emas di China Picu Skandal Rp 23,4 Triliun, Platform Emas Besar Gagal Bayar

“Setelah hampir lima tahun inflasi di atas target, sangat penting bagi kami untuk mempertahankan kredibilitas dengan kembali ke jalur disinflasi dan mencapai target dalam waktu yang relatif dekat,” kata Cook.

“Hingga saya melihat bukti kuat bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan kembali ke target, fokus saya tetap pada hal itu, kecuali ada perubahan tak terduga di pasar tenaga kerja.”

Sejak mulai menjabat pada 2022, Cook selalu memilih sesuai dengan Ketua The Fed Jerome Powell dan mayoritas pembuat kebijakan Bank Sentral dalam setiap keputusan suku bunga.

Presiden AS Donald Trump, yang mendorong Fed untuk memangkas suku bunga lebih cepat dan agresif, tahun lalu mencoba memecat Cook atas dugaan pernyataan salah dalam aplikasi hipoteknya. Cook menempuh jalur hukum untuk menghentikan upaya tersebut, yang kini masih berjalan di Mahkamah Agung AS.

Trump juga menominasikan mantan gubernur Fed Kevin Warsh untuk menggantikan Powell ketika masa jabatannya berakhir pada pertengahan Mei, sebagian karena Warsh mendukung pemotongan suku bunga yang diinginkan Trump.

Selanjutnya: Saham PADI Keluar dari Kerangkeng PPK di Kala Kasus Hukum Afiliasi Tengah Mendera

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Renang, Bikin Otak Sehat, Mental Tenang dan Tidur Pulas




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×