kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 5.951   -150,14   -2,46%
  • KOMPAS100 774   -22,02   -2,77%
  • LQ45 584   -14,08   -2,35%
  • ISSI 206   -5,45   -2,57%
  • IDX30 331   -7,41   -2,19%
  • IDXHIDIV20 404   -8,15   -1,97%
  • IDX80 88   -2,47   -2,73%
  • IDXV30 109   -1,84   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,16   -2,00%

Tiga Kasino Milik Trump Bangkrut


Rabu, 18 Februari 2009 / 12:33 WIB


Sumber: AP, msnbc | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ATLANTIC CITY. Krisis perekonomian global berdampak serius pada industri hiburan. Terutama bisnis kasino. Di Amrik, tiga perusahaan kasino Atlantic City yang dipimpin oleh Donald Trump akhirnya meminta proteksi bangkrut atau lebih dikenal Chapter 11, untuk yang ketiga kalinya.

Trump Entertainment Resort mengajukan pailit di Pengadilan Camden N.J, empat hari setelah beberapa petinggi di perusahaan judi tersebut mengundurkan diri dari jajaran direksi.

Trump sangat frustrasi bahwa para pemegang obligasi dan aliansinya menolak tawaran sang miliuner untuk membeli perusahaan tersebut.
“Terlepas dari fakta bahwa nama saya ada di dalam manajemen, namun saya tidak bisa berbuat apa pun untuk menyelamatkan perusahaan,” jelas Trump.

Dalam laporan beberapa media, Trump memang terlihat kecewa atas berakhirnya usaha patungan tersebut yang sangat berdampak terhadap nama dan imejnya. Kendati demikian, dia mengatakan, perusahaan kasino itu hanya mewakili tak lebih dari 1% dari total kekayaannya. Trump sendiri saat ini masih memegang sekitar 28% saham perusahaan tersebut.

Perusahaan itu memiliki nilai aset mencapai US$ 2,06 miliar dan memiliki hak serta tanggung jawab atau liability lebih dari US$ 1,74 miliar.
Manajemen perusahaan meyakinkan, ketiga kasino ini akan tetap beroperasi seperti biasa selama proses proteksi kebangkrutan berlangsung di pengadilan.

Menurut Harlan Platt, profesor yang mendalami masalah kebangkrutan dari Northeastern University di Boston, mengatakan pengajuan proteksi kebangkrutan sebanyak tiga kali merupakan hal yang tidak biasa di dunia bisnis Amerika. “Chapter 33! Wow, itu sangat jarang terjadi,” katanya.




TERBARU

[X]
×