kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Timbuktu, kota terpencil di Mali yang kini mulai dikunjungi virus corona


Kamis, 02 Juli 2020 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Pemandagan situs bersejarah yang menjadi ciri khas kota Timbuktu.


Sumber: Global News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TIMBUKTU. Penyebaran virus corona sudah dihambat dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan menerapkan sistem lockdown dan pengurangan aktivitas secara berkelompok.

Sejak wabah ini menyebar, banyak negara yang menutup pintu masuk bagi turis asing yang hendak berkunjung. Bahkan warga negara sendiri yang hendak pulang ke kampung halaman pun terpaksa ditolak kedatangannya.

Negara-negara dengan arus keluar masuk manusia yang padat memang jadi daerah rawan penyebaran virus yang berasal dari China ini. Tapi sekarang, kota terpencil sekali pun mulai mendapat kunjungan dari virus corona. Timbuktu jadi salah satu korbannya.

Baca Juga: Disebut G4, inilah virus flu baru dengan potensi pandemi...

Timbuktu adalah sebuah kota kecil di Mali yang terletak di sekitar Gurun Sahara. Sampai saat ini belum ada penerbangan komersial langsung ke kota ini hingga sering disebut sebagai ujung Bumi.

Mengutip Global News, saat ini sudah ada lebih dari 500 kasus infeksi COVID-19 dengan 9 kematian. Angka tersebut membuat Timbuktu jadi salah satu kota dengan jumlah korban terbanyak di Mali.

Rumah sakit setempat sekarang mulai menyediakan tenda darurat yang mampu menampung 32 pasien COVID-19 sekaligus. Sayangnya alat ventilator tunggal masih juga belum tersedia.

Parahnya lagi, temperatur udara yang mencapai 45 erajat Celcius juga membuat para pasien dan tenaga kesehatan jadi semakin sulit menangani masalah ini. Harandane Toure, salah satu pasien yang berhasil sembuh sempat membagikan kisahnya kepada Global News.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×