kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Trump Ancam India Bayar Tarif Masif Jika Tak Batasi Impor Minyak Rusia


Senin, 20 Oktober 2025 / 09:19 WIB
Trump Ancam India Bayar Tarif Masif Jika Tak Batasi Impor Minyak Rusia
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump gestures during a press conference at a NATO summit in The Hague, Netherlands June 25, 2025. REUTERS/Yves Herman


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa India akan tetap membayar tarif impor dalam jumlah besar jika tidak membatasi pembelian minyak dari Rusia.

Baca Juga: Coca-Cola Siapkan IPO Rp 16,5 Triliun untuk Unit Pembotolan di India

Berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (19/10/2025), Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi terkait isu tersebut.

"Saya sudah berbicara dengan Perdana Menteri Modi, dan dia mengatakan tidak akan melanjutkan urusan minyak Rusia," ujar Trump, mengulangi pernyataannya yang sama seperti pekan lalu.

Namun, ketika dimintai tanggapan soal pernyataan pemerintah India yang menyebut tidak mengetahui adanya percakapan antara Modi dan Trump, presiden AS itu menjawab dengan nada menekan.

Baca Juga: Trump Umumkan India Setuju Stop Beli Minyak Rusia, China Jadi Target Berikutnya

"Kalau mereka mau bilang begitu, ya silakan saja tapi mereka akan terus membayar tarif yang sangat besar, dan mereka tidak mau itu terjadi," kata Trump.

Pernyataan ini mempertegas sikap keras Washington terhadap negara-negara yang masih membeli energi dari Rusia di tengah upaya AS dan sekutunya untuk membatasi pendapatan Moskow dari ekspor minyak, sebagai bagian dari sanksi ekonomi atas perang di Ukraina.


Tag


TERBARU

[X]
×