kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.891   36,00   0,21%
  • IDX 7.890   -213,82   -2,64%
  • KOMPAS100 1.110   -29,84   -2,62%
  • LQ45 811   -18,11   -2,18%
  • ISSI 277   -8,31   -2,92%
  • IDX30 424   -8,42   -1,95%
  • IDXHIDIV20 512   -8,73   -1,68%
  • IDX80 124   -2,96   -2,33%
  • IDXV30 138   -3,55   -2,50%
  • IDXQ30 138   -1,92   -1,37%

Trump: AS dan China akan teken kesepakatan dagang pada 15 Januari 2020


Selasa, 31 Desember 2019 / 22:09 WIB
Trump: AS dan China akan teken kesepakatan dagang pada 15 Januari 2020
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping sebelum memulai pertemuan bilateral mereka selama pertemuan puncak para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, kesepakatan perdagangan fase satu bakal AS dan China tandatangani pada 15 Januari 2020 di Gedung Putih.

Dalam kicauan di akun Twitter-nya, Selasa (31/12), Trump menyatakan, ia akan menandatangani perjanjian dengan "perwakilan tingkat tinggi China". Dan, dia akan melakukan perjalanan ke Beijing untuk memulai pembicaraan fase berikutnya.

Sebelumnya, Penasihat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menyebutkan, kesepakatan dagang AS-China masih dalam proses penerjemahan.

Baca Juga: AS bakal umumkan kesepakatan dagang dengan China secepatnya

"Pada dasarnya, Anda perlu menerjemahkannya ke dalam bahasa China dan memeriksa ulang agar kedua versi cocok," katanya dalam wawancara di Fox News, Senin (30/12), seperti dikutip Reuters

Menurut Navarro, kesepakatan perdagangan fase satu kemungkinan bakal AS dan China tandatangani pada pekan depan. Tapi, kepastian akan datang dari Presiden Donald Trump atau Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer.

Yang jelas, "Kami mungkin akan memiliki penandatanganan (kesepakatan dagang) itu dalam minggu depan atau berikutnya, kami hanya menunggu terjemahan," ujar dia.

"Perjanjian setebal 86 halaman itu mencakup perincian tentang kekayaan intelektual, awal yang baik untuk menghindari transfer teknologi secara paksa, dan beberapa bahasa yang baik untuk menghindari manipulasi mata uang," sebut Navarro.

Navarro tidak mengonformasi laporan yang menyebutkan Wakil Perdana Menteri China Liu He akan datang ke Washington pekan ini untuk menandatangani perjanjian dagang dengan AS tersebut.

Baca Juga: Efek perang dagang, nilai akuisisi perusahaan China di luar negeri merosot tajam

"Washington telah mengirim undangan dan Beijing telah menerimanya," tulis South China Morning Post (SCMP), Senin (30/12) mengutip sebuah sumber. Bahkan, delegasi China kemungkinan akan tinggal di AS hingga pertengahan minggu depan.

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (31/12) menolak berkomentar tentang laporan SCMP itu. "Jangan pernah percaya laporan yang berasal dari sumber anonim. Dapatkan dari Presiden Trump atau Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer," kata Navarro.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×