Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Donald Trump menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah ketidakpastian kelanjutan perundingan damai kedua negara.
Dalam wawancara dengan CNBC Selasa 921/4/2026), Trump menegaskan bahwa waktu untuk negosiasi semakin terbatas dan Amerika Serikat (AS) berada dalam posisi tawar yang kuat.
Baca Juga: NASA Temukan Senyawa Organik Baru di Mars, Perkuat Dugaan Ada Kehidupan
“Saya tidak ingin melakukan itu (memperpanjang gencatan senjata). Kita tidak punya banyak waktu,” ujar Trump.
Pemerintah AS sebelumnya menyatakan optimisme bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan tetap berlangsung di Pakistan.
Sementara itu, pihak Teheran dikabarkan masih mempertimbangkan partisipasinya dalam perundingan tersebut.
Namun, dengan peluang negosiasi yang masih belum pasti, Trump mengisyaratkan opsi militer akan kembali ditempuh jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Baca Juga: IPO Jumbo di India Marak, Gaji Bankir Investasi India Meroket 30%
“Saya memperkirakan akan ada pemboman, karena itu sikap yang lebih baik untuk memulai. Tapi kami siap. Militer siap sepenuhnya,” tegasnya.
Pernyataan ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, sekaligus meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi dunia.













