kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Trump Incar 8 Negara Eropa, UE Siapkan “Bazoka Dagang”


Senin, 19 Januari 2026 / 22:00 WIB
Trump Incar 8 Negara Eropa, UE Siapkan “Bazoka Dagang”
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Eropa kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tarif baru yang menargetkan delapan negara Eropa, terkait sengketa soal Greenland. Langkah ini dinilai bisa mendorong kenaikan harga barang impor dan berisiko melemahkan perekonomian kedua kawasan.

Reuters (19/1) melaporkan, Trump mengumumkan akan mengenakan tarif 10% mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris. Jika hingga 1 Juni tidak tercapai kesepakatan, tarif itu akan dinaikkan menjadi 25%.

Ancaman ini langsung memicu reaksi keras dari Eropa. Para perwakilan negara Uni Eropa (UE) menggelar rapat darurat, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong UE mengaktifkan apa yang disebut instrumen anti-pemaksaan atau yang populer dijuluki “bazoka dagang”. Instrumen ini memungkinkan UE membalas dengan membatasi akses perusahaan AS ke pasar Eropa atau memberlakukan pembatasan ekspor.

Menurut Erica York dari Tax Foundation, alat pertahanan dagang tersebut sejatinya dirancang untuk menghadapi negara seperti China, bukan untuk digunakan terhadap sekutu dekat seperti Amerika Serikat.

Tak hanya itu, UE juga disebut sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali tarif balasan senilai € 93 miliar terhadap AS. Tarif ini sebelumnya sudah diumumkan, tetapi ditunda setelah kedua pihak mencapai gencatan senjata dagang sementara pada Juli tahun lalu.

Baca Juga: Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 39 Orang

Pukulan dua arah

Kepala global makro ING Carsten Brzeski menilai, sinyal awal dari para pemimpin Eropa menunjukkan mereka siap bersikap keras. “Bagi dunia usaha, ini berarti satu periode ketidakpastian lagi, terutama terkait investasi dan ekspor ke AS,” ujarnya.

Ketidakpastian kebijakan tarif ini sebelumnya sudah membuat banyak perusahaan di AS menahan perekrutan sepanjang 2025. Brzeski memperkirakan, jika tarif benar-benar naik, pertumbuhan ekonomi Eropa bisa terpangkas sekitar 0,25 poin persentase tahun ini.

Dari sisi Eropa, penggunaan “bazoka dagang” tidak bisa dilakukan secara instan. Dan Hamilton dari Brookings Institution memperkirakan, penerapannya bisa memakan waktu berbulan-bulan, termasuk jika harus sampai pada tahap penangguhan izin usaha perusahaan AS atau pengenaan pajak terhadap layanan dari Amerika.

Hamilton juga mengingatkan, ancaman terbaru Trump berisiko merusak kesepakatan dagang yang sebelumnya sudah dirintis antara AS dengan Inggris dan UE. Padahal, kesepakatan itu sempat dipuji sebagian pemimpin Eropa karena berhasil mencegah eskalasi tarif besar-besaran.

Kini, masa depan perjanjian tersebut kembali dipertanyakan. Ketua Fraksi Partai Rakyat Eropa di Parlemen Eropa Manfred Weber menyatakan, bahwa dengan adanya ancaman Trump terkait Greenland, persetujuan perjanjian dagang AS–UE belum mungkin dilakukan.

Dari sisi ekonomi, taruhannya tidak kecil. Pada 2024, nilai perdagangan barang antara AS dan Jerman mencapai US$ 236 miliar. Dengan Inggris nilainya US$ 147,7 miliar, Belanda US$ 122,27 miliar, Prancis US$ 103 miliar, belum termasuk puluhan miliar dolar perdagangan dengan Swedia, Norwegia, dan Finlandia.

Namun, kebijakan Trump ini juga menyisakan celah. Tarif hanya dikenakan ke negara tertentu, bukan ke seluruh UE. Artinya, negara-negara tersebut masih bisa mengalihkan jalur perdagangan lewat sesama anggota UE untuk menghindari tarif.

Baca Juga: Trump Jadi Sorotan di Davos, Siap Bertemu CEO Global di Tengah Kontroversi Greenland

Selanjutnya: Business Networking International Perkuat Jejaring Dunia Usaha

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×