kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Trump sebut ekonomi akan hancur bila 'badut' Demokrat terpilih jadi presiden AS


Kamis, 17 Oktober 2019 / 04:05 WIB

Trump sebut ekonomi akan hancur bila 'badut' Demokrat terpilih jadi presiden AS

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meramalkan akan terjadi malapetaka bila ia tidak terpilih kembali sebagai presiden AS pada pemilih presiden 2020. Ia mengatakan, bila hal itu terjadi, maka ekonomi akan remuk seperti yang terjadi selama depresi hebat di AS.

Mengutip CNBC, Rabu (16/10), dalam tweet pagi, Trump mengatakan para penantangnya dari Partai Demokrat sebagai badut. Kemudian ia membandingkan bila salah satu dari mereka terpilih menjadi presiden AS, maka pasar saham akan jatuh seperti kejadian pada 1929.

Pernyataan Trump ini muncul sehari setelah debat panas antara nominasi calon presiden dari Partai Demokrat, dimana ke-12 nominasi saling bergantian saling menghujat di antara mereka dan mereka juga menyerang Trump.

Itu merupakan debat nominasi calon presiden paling ramai dalam sejarah AS.

Senator California Kamala Harris mendorong Twitter menangguhkan akun Trump dan meminta Senator Massachusetts Warren Warren, yang juga tengah diunggulkan untuk bergabung mendorong penangguhan akun Twitter Trump.

Sebagian jajak pendapat menunjukkan Trump membututi calon terdepan dalam peraturan satu lawan satu pada pemilu 2020, meskipun Trump juga mendapat kabar menggembirakan pekan ini.

Moody's Analytics merilis bahwa Trump akan meraih kemenangan pada pertarungan presiden AS 2020 jika kondisi ekonomi relatif stabil.

Perbaikan ekonomi menjadi titik kuat Trump menghadapi pertarungan 2020 meskipun pertumbuhan ekonomi AS belum memenuhi seperti yang dijanjikan Trump. PDB naik 2,5% selama tahun pertama Trump menjabat dan menjadi 2,9% pada 2018 dan berada di jalur sekitar 2% pada pertumbuhan tahun ini.

Angka pengangguran juga turun menjadi 3,5% dari 4,7% dan menjadi yang terendah dalam 50 tahun terakhir ketika Trump menjabat


Sumber : CNBC
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan


Close [X]
×