kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland, Eropa Waspada Perang Dagang


Selasa, 20 Januari 2026 / 22:43 WIB
Trump Tegaskan Ambisi Kuasai Greenland, Eropa Waspada Perang Dagang
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ECONOMY (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - DAVOS. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak ada jalan mundur dari ambisinya untuk menguasai Greenland. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan, sikap yang langsung memicu ketegangan dengan sekutu Eropa dan mengancam soliditas NATO.

“Greenland sangat penting bagi keamanan nasional dan global. Tidak ada jalan kembali,” kata Trump usai berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Selasa (20/1/2026).

Pernyataan Trump, yang juga disertai unggahan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) di media sosial, memperlihatkan klaim simbolis AS atas Greenland—wilayah otonom Denmark sekaligus anggota NATO. 

Baca Juga: Ancaman Tarif Trump: PM Starmer Ungkap Strategi Inggris Hindari Perang Dagang

Langkah ini dinilai berpotensi merusak aliansi keamanan Barat yang telah terbangun puluhan tahun.

Ketegangan politik ini turut memunculkan kembali risiko perang dagang AS–Eropa. Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap negara-negara yang menghalangi kepentingannya, termasuk ancaman tarif 200% untuk anggur dan sampanye Prancis.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Uni Eropa tidak akan tunduk pada tekanan sepihak. 

“Kami memilih rasa hormat, bukan hukum yang terkuat,” ujar Macron di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut situasi global saat ini sebagai “perubahan seismik” yang mendorong Eropa membangun kemandirian strategis, termasuk mengurangi ketergantungan keamanan pada Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Akui Ambisi Miliki Greenland Penting Secara Psikologis Baginya

Uni Eropa tengah menyiapkan sejumlah opsi balasan, mulai dari tarif atas impor AS senilai 93 miliar euro hingga kemungkinan penggunaan Anti-Coercion Instrument (ACI) atau “bazoka dagang” UE, meski instrumen ini belum pernah digunakan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berupaya meredam kekhawatiran pasar. Ia menilai respons berlebihan tidak diperlukan. 

“Tenang saja. Jangan panik. Ini akan berakhir dengan solusi yang baik bagi semua,” kata Bessent di Davos.

Dari Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov turut angkat bicara dengan mempertanyakan kedaulatan Denmark atas Greenland. 

Baca Juga: Begini Awal Mula Nexperia Terseret Panasnya Perang Dagang AS-Tiongkok

“Greenland bukan bagian alami Denmark. Itu hasil penaklukan kolonial,” ujarnya, sembari menegaskan Rusia tidak memiliki ambisi atas pulau tersebut.

Ketegangan geopolitik ini langsung berdampak ke pasar global. Bursa saham Wall Street dibuka melemah, harga emas menembus rekor tertinggi, dan pasar dunia bergerak di zona risiko seiring meningkatnya kekhawatiran konflik politik dan perdagangan.

Selanjutnya: AREBI Dorong Implementasi Wajib Lisensi Broker Lewat Rakernas

Menarik Dibaca: Rumah Tak Kunjung Laku? Perabot Ini Biang Keroknya, Segera Buang!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×