kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ukraina Bongkar Skandal Korupsi Alat Perang Senilai Hampir US$ 40 Juta


Senin, 29 Januari 2024 / 11:49 WIB
Ukraina Bongkar Skandal Korupsi Alat Perang Senilai Hampir US$ 40 Juta
ILUSTRASI. Seorang anggota militer Ukraina menulis pesan kepada pasukan Rusia di atas amunisi M777 Howitzer di garis depan di wilayah Donetsk, saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, Ukraina 23 November 2022.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Dinas Keamanan Rusia (SBU) membongkar skandal korupsi yang dilakukan oleh karyawan sebuah perusahaan senjata Ukraina dengan pejabat Kementerian Pertahanan selama masa perang.

Kedua pihak menggelapkan hampir US$40 juta yang dialokasikan untuk membeli 100.000 mortir untuk perang dengan Rusia.

Melansir Al Jazeera, SBU mengatakan pada Sabtu (27/1) bahwa lima orang telah didakwa, dengan satu orang ditahan ketika mencoba melintasi perbatasan Ukraina.

Baca Juga: Tentara Ukraina Modifikasi Drone Murah dengan Lakban dan Bom

Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman 12 tahun penjara. Pengumuman tersebut telah 
dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Ukraina dan akan berdampak besar pada negara dua tahun terakhir digempur serangan militer Rusia.

"Penyelidikan telah mengungkap pejabat Kementerian Pertahanan dan manajer pemasok senjata Lviv Arsenal, yang mencuri hampir 1,5 miliar hryvnia (US$juta) dalam pembelian mortir," kata SBU dalam laporan investigasinya.

Menurut jaksa agung Ukraina, dana yang digelapkan telah disita dan akan dikembalikan ke anggaran pertahanan.

Baca Juga: Praktik Korupsi dalam Program Wajib Militer Menjamur, Zelenskiy Geram

Melibatkan Pejabat Pertahanan Negara

Investigasi menemukan bahwa kejahatan ini melibatkan mantan dan pejabat tinggi Kementerian Pertahanan serta pimpinan perusahaan afiliasinya.

Kesepakatan itu melibatkan pembelian 100.000 mortir untuk militer, dengan kontrak diperoleh pada Agustus 2022 dan pembayaran dilakukan di muka.

"Namun tidak ada senjata yang diberikan. Sejumlah dana kemudian dipindahkan ke rekening luar negeri lainnya," lanjut SBU.

Pejabat yang dituduh berpartisipasi dalam skema ini termasuk mantan kepala Departemen Kebijakan Militer dan Teknis, Pengembangan Persenjataan dan Peralatan Militer di kementerian pertahanan, serta kepala Lviv Arsenal.

Korupsi di kalangan militer Ukraina menjadi tantangan internal negara tersebut di tengah perangnya dengan Rusia.

Pada September 2023, Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov diberhentikan karena berbagai kasus korupsi.

Selanjutnya: Klik cekdptonline.kpu.go.id untuk Tahu Lokasi TPS Pemilu 2024

Menarik Dibaca: Harga Emas Pegadaian Balik Kompak Menguat di Awal Pekan




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×