CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.545   16,00   0,09%
  • IDX 6.668   -9,85   -0,15%
  • KOMPAS100 878   1,16   0,13%
  • LQ45 664   0,22   0,03%
  • ISSI 233   -0,44   -0,19%
  • IDX30 369   -0,37   -0,10%
  • IDXHIDIV20 457   0,26   0,06%
  • IDX80 100   0,19   0,19%
  • IDXV30 127   0,36   0,28%
  • IDXQ30 118   -0,15   -0,13%

Ulama terkemuka Irak mengutuk AS dan Iran berkonfrontasi di tanah mereka


Jumat, 10 Januari 2020 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria memegang foto almarhum Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, ketika orang-orang merayakan di jalan setelah Iran meluncurkan rudal pada pasukan pimpinan A.S. di Irak, di Teheran, Iran 8 Januari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Ulama Muslim terkemuka Irak Grand Ayatollah Ali al-Sistani, pada hari Jumat mengutuk serangan timbal balik Amerika Serikat (AS) dan Iran di tanah Irak dan memperingatkan akan memburuknya keamanan di negara itu dan wilayah yang lebih luas sebagai akibat dari kebuntuan Washington dengan Teheran.

Mengutip Reuters, Jumat (10/1), Amerika Serikat membunuh komandan militer top Iran Qassem Soleimani dan didukung Iran dalam serangan udara di sebelah bandara Baghdad pada 3 Januari.

Baca Juga: Iran: Operasi psikologis AS hanya menambah garam ke luka korban pesawat Ukraina

Iran menanggapi Selasa malam dengan menembakkan rudal ke pasukan pimpinan AS di Irak.

Itu adalah eskalasi ketegangan yang paling serius antara Amerika Serikat dan Iran dan menimbulkan kekhawatiran konflik skala penuh di Timur Tengah antara kedua musuh.

Grand Ayatollah Ali al-Sistani mengatakan, serangan itu merupakan pelanggaran kedaulatan dan bahwa tidak ada kekuatan asing yang diizinkan untuk menentukan nasib Irak.

Baca Juga: Trump: Kesepakatan dagang dengan China dapat diteken tak lama setelah 15 Januari




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×