Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Tesla mengumumkan akan melakukan pemecahan saham atau stock split 5:1. Pengumuman yang dirilis pada Selasa malam (11/8) itu langsung membuat saham produsen mobil listrik itu melambung.
Mengutip Reuters, Rabu (12/8), saham Tesla diperdagangkan di kisarana US$ 1.475 atau naik 7%. Ini merupakan kenaikan harga tertinggi di Bursa Wall Street.
Baca Juga: Draf sudah diteken, Trump serius bakal melarang TikTok di Amerika Serikat
Sepanjang tahun ini, saham perusahaan miliki milliader Elon Musk itu telah meroket sebesar 200%. Sementara saham produsen mobil lainnya seperti General Motor dan Ford Motor justru mengalami penurunan akibat dampak pandemi Covid-19.
Tesla dalam keterangan resminya menjelaskan, stock split ditujukan untuk membuat sahamnya lebuh mudah diakses oleh karyawan dan juga investor ritel. Dengan pemecahan nilai saham itu maka akan berpotensi menarik investor individu untuk melakukan perdagangan kecil.
Setiap pemegang satu saham Tesla yang tercatat pada 21 Agustus akan mendapatkan empat saham tambahan setelah penutupan perdagangan pada 28 Agustus. Perdagangan saham dengan nominal baru hasil stock split akan dimulai pada 31 Agustus.
Rencana stock split Tesla ini menyusul langkah serupa yang dilakukan Apple Inc pada akhir Juli lalu yakni stock split 4:1. Dalam beberapa tahun terakhir, jarang dilakukan di Wall Street.
Baca Juga: China: Pesawat mata-mata AS di Laut China Selatan ancam keselamatan penerbangan sipil
Hanya tiga emiten yang terdaftar di S&P 500 melakukan langkah itu tahun ini. Padahal selama satu dekade terakhir, rata-rata tercatat 10 emiten melakukan stock split setiap tahunnya.
Pada kuartal II 2020, Tesla masih berhasil membukukan laba karena pemotongan biaya dan pengiriman yang kuat membantu mengimbangi penutupan pabrik akibat pandemi COvid-19. Ini memberikan peluang bagi perusahaan ini untuk bisa tercatat dalam indeks S&P 500.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor institusional telah menghindari saham Tesla karena profitabilitas yang menurun. Namun, dengan stock split maka perdagangan saham perusahaan bisa lebih likuid dengan memiliki basis investor ritel yang kuat.
Baca Juga: Perkuat militer, Korea Selatan bangun kapal induk pada tahun depan
Selama 30 hari terakhir, Tesla berada di urutan kedua setelah Apple sebagai saham paling populer di aplikasi perdagangan Robinhood, menurut Robintrack, sebuah situs web yang melacak kepemilikan Robinhood.
Pemecahan saham Tesla tidak boleh memengaruhi keputusan potensial Indeks S&P Dow Jones untuk menambahkan perusahaan ke S&P 500, yang ditimbang oleh nilai pasar saham perusahaan secara keseluruhan.













