Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Uni Eropa siapkan langkah hadapi serangan fake news di pemilu 2019

Jumat, 07 Desember 2018 / 09:56 WIB

Uni Eropa siapkan langkah hadapi serangan fake news di pemilu 2019
ILUSTRASI. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker

KONTAN.CO.ID - DW. Lima bulan sebelum pemilihan Eropa bulan Mei 2019, para pimpinan Uni Eropa telah mengusulkan agar anggaran divisi yang bertugas mengatasi disinformasi ditingkatkan anggarannya sampai lebih dua kali lipat, dari 1,9 juta menjadi 5 juta euro. Mereka khawatir pemilu Eropa akan berusaha disusupi oleh para hacker Rusia dengan maksud menggiring opini publik ke arah tertentu.

Tudingan sudah lama ditujukan ke Rusia, yang terbukti beberapa kali berusaha menerobos jaringan komputer internal beberapa negara di Eropa. Di Amerika Serikat masih dilakukan penyelidikan intensif mengenai keterlibatan agen-agen Rusia dalam kampanye pemilu presiden tahun 2016 yang dimenangkan oleh DonaltdTrump.

"Disinformasi adalah bagian dari doktrin militer Rusia, dan strateginya untuk memecah dan melemahkan Barat," kata Andrus Ansip, wakil presiden Uni Eropa bidang digital, hari Rabu (6/12)

Lebih banyak staf dan peralatan canggih

Rusia menghabiskan 1,1 miliar euro setiap tahun untuk mendanai media-media pro-Kremlin, kata Andrus Ansip, yang juga mantan perdana menteri Estonia. "Kami telah melihat upaya (mereka) untuk ikut campur dalam pemilihan dan referendum. Bukti-bukti menunjuk ke Rusia sebagai sumber utama serangan ini," tambahnya.

Uni Eropa sekarang ingin mempekerjakan lebih banyak staf dengan peralatan yang lebih canggih di kantor pusat di Brussels. Selain itu, kantor-kantor perwakilan Uni Eropa di berbagai bagian dunia juga akan memiliki perlengkapan dan pengamanan lebih baik. Data-data dan analisis mengenai penggalangan propaganda lewat fake news nantinya dengan cepat dapat disebarkan di antara negara-negara anggota Uni Eropa.

Dengan sebuah mekanisme "peringatan cepat", pemerintah yang bersangkutan akan mendapat peringatan dini sekaligus strategi dan cara menangkis propaganda dan serangan dengan inform.

Bertindak dengan cepat dan efektif'

Komisi Eropa menyerukan pada Facebook, Google dan Twitter untuk bertindak "dengan cepat dan efektif " menghadapi disinformasi dan menutup akun-akun palsu serta memblokir pesan yang disebarkan secara otomatis oleh bot.

Komisioner hukum Vera Jourova mengatakan, Uni Eropa akan menekan para raksasa online untuk memenuhi komitmen mereka sesuai Kode Etik yang sudah mereka tandatangani. "Kami sedang menghadapi perlombaan senjata digital, dan Eropa tidak boleh tinggal diam," tandas Jourova.

Perusahaan Facebook sudah membentuk apa yang mereka sebut "war room" untuk melawan penyebaran informasi-informasi palsu dan manipulasi yang dilakukan pihak-pihak yang mencoba memengaruhi hasil pemilu di berbagai tempat. Selama pemilu presiden di AS 2016, dinas intelijen Rusia diduga melakukan operasi besar-besaran untuk menyebarkan disinformasi dan mencegah kemenangan Hillary Clinton.

Rencana Komisi Uni Eropa masih harus disetujui oleh para pemimpin negara-negara anggota. Jika mendapat lampu hijau, sistem yang barubisa mulai beroperasi pada bulan Maret 2019.

Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0016 || diagnostic_api_kanan = 0.0772 || diagnostic_web = 0.4718

Close [X]
×